- Kepala KSP M. Qodari membantah tuduhan antikritik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
- Pemerintah menuntut penggunaan data akurat dan valid dalam setiap penyampaian opini publik oleh para pengamat akademik.
- Seskab Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena inflasi pengamat yang memberikan pernyataan tidak faktual demi menjaga kepercayaan masyarakat.
Suara.com - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, pasang badan membela Presiden Prabowo Subianto dari tudingan antikritik.
Polemik ini memanas usai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyentil fenomena "inflasi pengamat" yang dinilai kerap bicara tanpa landasan data yang valid.
Qodari menegaskan pemerintah hanya menekankan pentingnya penggunaan data akurat dalam menyampaikan opini publik, bukan antikritik.
"Enggak antikritik. Yang ditekankan itu harusnya adalah soal penggunaan data yang tepat dan akurat dalam memberikan pendapat. Jadi pakai data, pakai teori," ujar Qodari di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Qodari pun menilai, akurasi data menjadi krusial mengingat profesi pengamat biasanya lekat dengan latar belakang akademik.
Oleh karena itu, bobot dari sebuah analisis ditentukan oleh validitas informasi yang disampaikan, bukan sekadar opini tanpa dasar.
"Dan menurut saya itu berlaku untuk siapa saja, tapi terutama pengamat, karena kan pengamat itu kan biasanya berasal dari latar belakang akademiklah," ujarnya.
Qodari juga memastikan pemerintah tetap terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Asalkan, kata dia, argumen yang dibangun objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual.
"Kalau soal datanya akurat, no problem (tidak masalah)," katanya.
Baca Juga: Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
Inflasi Pengamat
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menyoroti maraknya pengamat yang memberikan pernyataan tanpa dasar data yang tepat di luar bidang keahliannya.
Teddy menilai hal tersebut berpotensi menyesatkan opini publik dan memicu kecemasan di masyarakat.
"Ada yang namanya inflasi pengamat. Ada pengamat beras tapi dia background-nya bukan di situ, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," jelas Teddy di Istana Kepresidenan, Jumat (10/4/2026).
Teddy juga menyebut upaya pembentukan opini negatif oleh sebagian pihak telah terjadi sejak lama.
Namun ia menilai kepercayaan publik terhadap Prabowo tetap terjaga dengan merujuk hasil perolehan suara pemilihan presiden sebagai bukti nyata.
"Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR
-
Kejagung Bantah Febrie Umrah: Nggak Bener, Dia Sudah Dicekal dan Tak Dijaga TNI Lagi!
-
MPLS Sekolah Rakyat Fokus Bangun Literasi Digital, Siswa Baru Dibekali Etika Pakai Medsos
-
KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
-
Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri
-
FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya
-
Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!
-
IUCN Apresiasi Komitmen Menhut RI Perkuat Konservasi Gajah
-
Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September