News / Internasional
Senin, 27 April 2026 | 14:36 WIB
Ilustrasi ledakan bom (Shutterstock).
Baca 10 detik
  • Bom mobil meledak di depan kantor polisi Dunmurry tanpa menimbulkan korban jiwa.

  • Polisi mencurigai New IRA sebagai dalang utama serangan berdasarkan kesamaan pola.

  • PM Inggris dan pemimpin lokal mengutuk keras aksi teror yang membahayakan warga.

Suara.com - Aksi terorisme kembali mengguncang stabilitas keamanan di wilayah Dunmurry melalui serangan bom mobil terencana.

Insiden ini menandai kebangkitan taktik kekerasan yang secara spesifik menyasar infrastruktur kepolisian di pinggiran Belfast.

Dikutip dari Euronews, kelompok paramiliter radikal diduga sengaja memanfaatkan kendaraan warga sipil untuk menyusupkan perangkat peledak ke area vital.

Ilustrasi ledakan. (Shutterstock)

Dampak ledakan ini memicu kepanikan luar biasa di tengah pemukiman padat penduduk saat tengah malam.

Otoritas keamanan kini memperketat pengawasan di seluruh wilayah demi mencegah eskalasi serangan serupa di masa depan.

Penyelidikan awal mengarahkan kecurigaan kuat kepada sel-sel aktif dari organisasi terlarang bernama New IRA.

Pihak kepolisian menemukan kemiripan teknis antara ledakan ini dengan upaya pengeboman yang gagal sebelumnya.

Dugaan ini muncul karena pola serangan menggunakan tabung gas yang dimodifikasi menjadi alat peledak mematikan.

Petugas kini tengah mengumpulkan bukti digital dari media sosial yang sempat merekam momen kendaraan terbakar.

Baca Juga: Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur

Wakil Kepala Polisi PSNI, Bobby Singleton, memberikan pernyataan resmi mengenai arah penyelidikan timnya saat ini.

"Ada sangat banyak kemiripan antara dua insiden tersebut, dan... hipotesis kerja awal kami adalah bahwa ini mungkin merupakan pekerjaan New IRA," ujar Bobby Singleton.

Keberanian personel kepolisian di lapangan menjadi faktor kunci yang mencegah adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Petugas terpaksa berlari mendekati titik bahaya demi menyelamatkan warga yang sedang terlelap di rumah mereka.

Dua bayi dilaporkan termasuk dalam daftar penghuni yang harus segera dievakuasi akibat ancaman ledakan susulan.

Langkah taktis ini diambil karena posisi mobil yang terbakar berada sangat dekat dengan area perumahan sipil.

Load More