- Muhaimin memprioritaskan penuntasan kemiskinan ekstrem di Indonesia sebelum menangani kelompok masyarakat yang rentan miskin secara bertahap.
- Data BPS 2026 mencatat jumlah penduduk rentan miskin naik 24,12 persen menjadi 67,93 juta jiwa akibat tekanan ekonomi global.
- Pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mencegah kelas menengah terpuruk sesuai instruksi Presiden Prabowo.
Suara.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta masyarakat bersabar terkait penanganan kemiskinan yang masih berlangsung bertahap.
Pemerintah, kata dia, saat ini memprioritaskan penuntasan kemiskinan ekstrem sebelum beralih ke kelompok rentan miskin.
“Kita sedang mengatasi dulu yang kemiskinan ekstrem dan miskin. Sehingga kerjaan ini selesai, kita akan masuk pada yang rentan miskin” kata Cak Imin usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Plaza BP Jamsostek, Kuningan, Jakarta, Senin (27/4/2026).
"Sabar, pemerintah hari ini baru 1 tahun setengah ya, akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin," Cak Imin menambahkan.
Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelompok paling bawah benar-benar keluar dari kemiskinan ekstrem.
“Sabar, kita akan terus bekerja keras, tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026 menunjukkan jumlah kelompok rentan miskin justru mengalami peningkatan.
Jumlahnya tercatat mencapai sekitar 67,93 juta jiwa atau naik 24,12 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, kelompok masyarakat menuju kelas menengah mengalami penurunan signifikan menjadi 141,95 juta jiwa atau turun 50,41 persen. Adapun kelas menengah tercatat sekitar 46,71 juta jiwa atau 16,59 persen, sedangkan kelas atas hanya sekitar 1,18 juta jiwa atau 0,42 persen.
Baca Juga: Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
Jumlah penduduk miskin sendiri berada di kisaran 23,85 juta jiwa atau meningkat 8,47 persen.
Saat menghadiri Rakernas sekaligus MoU bersama Universitas Terbuka di Bogor pada 9 April lalu, Cak Imin mengakui kalau kondisi itu tidak terlepas dari tekanan ekonomi global serta tantangan domestik yang masih berlangsung.
“Jumlah kelompok rentan masih sangat besar dan meningkat di tengah berbagai tantangan dan krisis nasional maupun ekonomi di tingkat global. Penduduk rentan miskin hari ini juga naik karena faktor-faktor yang melingkupi, baik krisis ekonomi global maupun berbagai tantangan yang sedang kita hadapi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah kini juga berupaya menjaga agar kelompok kelas menengah tidak terus tergerus.
“Kita terus bekerja sekuat tenaga untuk menjaga agar kelas menengah tidak turun. Kelas menengah kita terus menghadapi berbagai tekanan ekonomi global yang terjadi,” kata dia.
Lebih lanjut, Cak Imin menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kabinet untuk bekerja maksimal menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK) sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Berita Terkait
-
Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026 Dinilai Berat, Cak Imin: Waktunya Sangat Sempit!
-
Pemerintah Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun: Masih Sisa 2,2 Juta Orang
-
Bukan Gratis, tapi Sulit: Jeritan Pendidikan di Namorambe
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
-
Berjuang untuk Pendidikan Anak, Meski Tanpa Sekolah Gratis
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian