-
Tabrakan kereta api di Bekasi mengakibatkan tujuh korban tewas dan puluhan lainnya luka berat.
-
Kecelakaan dipicu oleh taksi yang menyerempet kereta sehingga rangkaian berhenti di jalur aktif.
-
Evakuasi berlangsung dramatis karena banyak penumpang terjepit di bawah tumpukan material gerbong rusak.
Suara.com - Tragedi kecelakaan kereta KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) membuat media asing menyoroti soal kualitas transportasi umum di Indonesia.
Malam itu, tujuh nyawa melayang seketika akibat benturan keras antara kereta api jarak jauh dengan rangkaian kereta komuter yang sedang berhenti.
AFP, seperti dikutip dari SMP menilai insiden berdarah ini menambah daftar panjang potret kelam manajemen keselamatan perjalanan kereta api di wilayah metropolitan Jakarta.
"Kecelakaan kereta api besar terakhir di negara Asia Tenggara ini menewaskan empat awak kereta dan melukai sekitar dua lusin orang di tempat lain di provinsi Jawa Barat pada Januari 2024," tulis AFP.
"Kecelakaan transportasi bukanlah hal yang jarang terjadi di Indonesia , sebuah negara kepulauan yang luas di mana bus, kereta api, dan bahkan pesawat terbang seringkali sudah tua dan kurang terawat."
"Enam belas orang tewas ketika sebuah kereta komuter menabrak sebuah minibus di perlintasan sebidang di Jakarta pada tahun 2015."
Kekacauan di lintasan rel tersebut dipicu oleh insiden kecil di perlintasan sebidang yang berujung pada malapetaka skala besar.
Struktur gerbong yang ringsek menjadi saksi bisu betapa rentannya keselamatan penumpang saat protokol darurat gagal diantisipasi tepat waktu.
Anna Purba, juru bicara perusahaan kereta api KAI, memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
“Tujuh orang tewas dalam kecelakaan itu dan 81 orang luka-luka,” ujar Anna Purba.
Tim penyelamat bekerja ekstra keras melawan waktu untuk menjangkau korban yang masih terhimpit di dalam potongan logam gerbong.
Dua orang dilaporkan masih dalam kondisi bernyawa namun terjebak di bawah reruntuhan material kereta yang hancur berantakan.
Upaya penyelamatan berlangsung dramatis di tengah kepanikan ratusan warga yang memadati lokasi kejadian di pinggiran Jakarta.
Sausan Sarifah, seorang penumpang berusia 29 tahun, menceritakan detik-detik mengerikan saat maut terasa sangat dekat di depan mata.
Ia mengalami patah tulang lengan dan luka robek yang sangat dalam pada bagian paha akibat hantaman benda tumpul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
Terkini
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer
-
Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini
-
WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah
-
Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor