News / Internasional
Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB
Mobil ambulans terparkir saat evakuasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Paramayuda/sgd/agr]
Baca 10 detik
  • Tabrakan kereta api di Bekasi mengakibatkan tujuh korban tewas dan puluhan lainnya luka berat.

  • Kecelakaan dipicu oleh taksi yang menyerempet kereta sehingga rangkaian berhenti di jalur aktif.

  • Evakuasi berlangsung dramatis karena banyak penumpang terjepit di bawah tumpukan material gerbong rusak.

Sausan sedang dalam perjalanan pulang kerja menuju rumah ketika kereta yang ia tumpangi berhenti mendadak di Stasiun Bekasi Timur.

Kejadian tersebut berlangsung dalam hitungan detik hingga seluruh penumpang tidak sempat menyelamatkan diri keluar dari rangkaian.

Penumpang sudah bersiap turun dari rangkaian kereta sebelum suara dentuman mesin lokomotif terdengar sangat memekakkan telinga.

“Ada dua pengumuman dari kereta komuter, semua orang siap turun dan tiba-tiba terdengar suara lokomotif, keras sekali,” kenang Sausan.

Kepanikan luar biasa pecah saat tubuh para penumpang saling tumpang tindih dan terjepit di dalam ruang gerbong yang menyempit.

Sausan menggambarkan situasi tersebut sebagai tumpukan manusia yang berjuang mendapatkan oksigen di tengah himpitan material besi.

“Tidak ada waktu untuk keluar dan semua orang akhirnya bertumpuk di dalam kereta, remuk satu sama lain,” lanjut Sausan.

Sausan merasa sangat beruntung karena posisi tubuhnya berada di tumpukan atas sehingga petugas bisa menariknya lebih cepat.

“Terima kasih Tuhan saya berada di atas sehingga saya bisa dievakuasi dengan cepat,” tutur Sausan dengan nada bicara yang masih bergetar.

Baca Juga: Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Di sisi lain, petugas medis terus berteriak meminta tambahan tabung oksigen guna membantu pernapasan korban yang baru dikeluarkan.

Antrean ambulans mengular panjang dengan lampu sirine yang menyala di tengah kegelapan malam yang berubah menjadi mencekam.

Banyak penonton di lokasi kejadian tampak sangat terkejut melihat kondisi kereta yang sudah tidak berbentuk lagi di beberapa bagian.

Franoto Wibowo selaku juru bicara operator KAI menjelaskan dugaan awal penyebab rangkaian kereta komuter tersebut berhenti di jalur aktif.

Sebuah taksi diduga menyerempet badan kereta saat melewati perlintasan sebidang sehingga sistem pengoperasian kereta terpaksa berhenti total.

Posisi kereta yang tertahan di tengah lintasan inilah yang kemudian menjadi sasaran hantaman kereta api jarak jauh dari arah belakang.

Load More