-
Tabrakan kereta api di Bekasi mengakibatkan tujuh korban tewas dan puluhan lainnya luka berat.
-
Kecelakaan dipicu oleh taksi yang menyerempet kereta sehingga rangkaian berhenti di jalur aktif.
-
Evakuasi berlangsung dramatis karena banyak penumpang terjepit di bawah tumpukan material gerbong rusak.
Sausan sedang dalam perjalanan pulang kerja menuju rumah ketika kereta yang ia tumpangi berhenti mendadak di Stasiun Bekasi Timur.
Kejadian tersebut berlangsung dalam hitungan detik hingga seluruh penumpang tidak sempat menyelamatkan diri keluar dari rangkaian.
Penumpang sudah bersiap turun dari rangkaian kereta sebelum suara dentuman mesin lokomotif terdengar sangat memekakkan telinga.
“Ada dua pengumuman dari kereta komuter, semua orang siap turun dan tiba-tiba terdengar suara lokomotif, keras sekali,” kenang Sausan.
Kepanikan luar biasa pecah saat tubuh para penumpang saling tumpang tindih dan terjepit di dalam ruang gerbong yang menyempit.
Sausan menggambarkan situasi tersebut sebagai tumpukan manusia yang berjuang mendapatkan oksigen di tengah himpitan material besi.
“Tidak ada waktu untuk keluar dan semua orang akhirnya bertumpuk di dalam kereta, remuk satu sama lain,” lanjut Sausan.
Sausan merasa sangat beruntung karena posisi tubuhnya berada di tumpukan atas sehingga petugas bisa menariknya lebih cepat.
“Terima kasih Tuhan saya berada di atas sehingga saya bisa dievakuasi dengan cepat,” tutur Sausan dengan nada bicara yang masih bergetar.
Baca Juga: Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Di sisi lain, petugas medis terus berteriak meminta tambahan tabung oksigen guna membantu pernapasan korban yang baru dikeluarkan.
Antrean ambulans mengular panjang dengan lampu sirine yang menyala di tengah kegelapan malam yang berubah menjadi mencekam.
Banyak penonton di lokasi kejadian tampak sangat terkejut melihat kondisi kereta yang sudah tidak berbentuk lagi di beberapa bagian.
Franoto Wibowo selaku juru bicara operator KAI menjelaskan dugaan awal penyebab rangkaian kereta komuter tersebut berhenti di jalur aktif.
Sebuah taksi diduga menyerempet badan kereta saat melewati perlintasan sebidang sehingga sistem pengoperasian kereta terpaksa berhenti total.
Posisi kereta yang tertahan di tengah lintasan inilah yang kemudian menjadi sasaran hantaman kereta api jarak jauh dari arah belakang.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang hadir di lokasi memperingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan besar akan terus bertambah.
“Menilai dari proses evakuasi yang masih berlangsung, kemungkinan jumlah korban masih bisa terus bertambah,” tegas Sufmi Dasco Ahmad.
Kecelakaan moda transportasi di Indonesia masih menjadi persoalan pelik yang belum menemukan solusi permanen bagi keselamatan publik.
Negara kepulauan ini sering mengalami insiden serupa karena faktor usia armada yang tua serta minimnya perawatan rutin pada infrastruktur.
Pada Januari 2024, tabrakan kereta serupa di Jawa Barat juga telah merenggut nyawa empat kru dan melukai puluhan orang lainnya.
Tragedi paling mematikan sebelumnya tercatat pada tahun 2015 ketika kereta komuter menghantam bus di Jakarta yang menewaskan 16 orang.
Kecelakaan di Bekasi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap sistem keamanan perlintasan sebidang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?