- BPDLH resmi meluncurkan proyek pembiayaan perhutanan sosial melalui skema blended finance di Jakarta pada Selasa, 22 April lalu.
- Program ini menggabungkan berbagai sumber dana untuk memperluas akses permodalan bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang belum layak perbankan.
- Sebanyak delapan lembaga perantara akan menyalurkan dana kepada 65 kelompok usaha di tujuh provinsi guna meningkatkan produktivitas berbasis agroforestri.
Suara.com - Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) resmi memulai implementasi proyek pembiayaan perhutanan sosial berbasis blended finance. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPDLH dan delapan lembaga perantara di Jakarta, Selasa (22/4).
Proyek yang dikenal sebagai Blended Finance Model (BFM) ini dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), khususnya yang belum sepenuhnya layak secara perbankan. Skema blended finance menggabungkan dana publik, dukungan mitra pembangunan, serta sumber pembiayaan lain untuk memperkuat usaha masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto mengatakan, inisiatif ini menjadi upaya menjembatani kesenjangan antara akses legal perhutanan sosial dan keberlanjutan ekonomi di tingkat tapak.
“Pendekatan blended finance diharapkan bisa menghubungkan kebutuhan riil masyarakat dengan sumber pembiayaan yang ada,” ujarnya.
Program ini dijalankan bersama Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dan lembaga internasional Global Green Growth Institute (GGGI). Kementerian berperan memastikan keselarasan kebijakan, sementara GGGI memberikan dukungan teknis dan penguatan kapasitas.
Perwakilan Kementerian Kehutanan, Enik Ekowati, menyebut skema ini penting untuk mendorong transformasi usaha masyarakat dari skala subsisten menjadi lebih produktif dan berorientasi pasar. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan unit pengelola hutan agar implementasi berjalan selaras.
Dari 40 proposal yang masuk, delapan lembaga terpilih akan menyalurkan pendanaan ke 65 KUPS di tujuh provinsi. Program ini mencakup 18 kabupaten/kota dan pengembangan 16 kawasan terpadu berbasis agroforestri.
Selain pendanaan, proyek ini juga melibatkan sektor swasta sebagai offtaker guna membuka akses pasar. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan kawasan hutan.
BPDLH menyatakan akan mengawal implementasi program ini secara bertahap, dengan fokus pada transparansi dan dampak langsung di lapangan.
Baca Juga: ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Andrew Mulyono Bos Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Kelima Korupsi MBG, Ini Perannya
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta