- Taksi listrik mogok di perlintasan sebidang Stasiun Bekasi Timur pada 28 April 2026 menyebabkan rangkaian KRL terhenti mendadak.
- KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL karena jarak pengereman tidak mencukupi untuk menghentikan kereta berkecepatan tinggi.
- Pakar transportasi menilai kecelakaan terjadi akibat efek domino pelanggaran lalu lintas eksternal, bukan karena kerusakan sistem perkeretaapian internal.
Jika dipaksakan berhenti total tanpa jarak yang cukup, stabilitas rangkaian bisa terganggu dan membahayakan penumpang di dalamnya.
"Kalau dia dengan kecepatan tinggi, kalau inget pelajaran SMA begitu kecepatan tinggi direm mendadak itu keretanya yang akan guling dengan sendirinya keluar jalur malahan," ungkapnya.
Iwan juga menyoroti aspek penegakan hukum terhadap pemicu awal kecelakaan, yakni pelanggaran di perlintasan sebidang.
Menurutnya, publik sering kali terjebak dalam rasa empati yang salah sehingga abai terhadap substansi pelanggaran hukum yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam skala besar.
Karena itu ia mendorong agar ada pertanggungjawaban pidana yang tegas bagi pelaku pelanggaran di perlintasan sebidang. Mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan secara materiil tetapi juga menghilangkan nyawa orang lain.
"Di kita itu kan penindakan yang kurang, karena kita pakai asas manusiawi tanpa melihat mudhorotnya yang lebih besar gitu loh," tandasnya
Secara hipotesis, ia melihat sistem internal perkeretaapian sejauh ini sudah teruji stabil setidaknya selama beberapa tahun terakhir.
"Kita ngeruntutnya itu melihat tidak parsial tapi secara keseluruhan. Selama 5 tahun apa 2 tahun, apa 3 tahun ada kejadian seperti ini ndak. Kalau nggak ada berarti sistemnya fine-fine aja ini secara hipotesis ya," tandasnya.
Baca Juga: Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Tegaskan Komunikasi Harus Agresif Tak Hanya Proaktif
-
15 Warga Tewas di Puncak Papua, DPR Desak Investigasi Independen dan Transparan
-
Presiden Soroti Jalur Kereta Tanpa Palang, Menhub Janji Segera Pasang Pintu Perlintasan Baru
-
Tim Advokasi Tolak Hadiri Sidang Kasus Andrie Yunus di Pengadilan Militer, Anggap Hanya Skenario
-
Patah Tulang hingga Luka Memar, 17 Korban Kecelakaan KRL Masih Jalani Rawat Inap di RSUD Bekasi
-
Kasus Andrie Yunus: Tim Hukum Curigai TNI Ikuti Skenario, Investigasi Independen Diabaikan
-
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
-
Dari Vietnam ke Bekasi: Rekam Jejak Maut Taksi Green SM Terungkap
-
KPK Periksa Billy Beras Terkait Kasus Suap Proyek Jalur Kereta DJKA