- Riset CISDI menemukan sembilan dari sepuluh produk pangan kemasan di Indonesia mengandung gula, garam, dan lemak tinggi.
- BPOM dan Kemenkes mengkaji hasil riset tersebut untuk menyempurnakan kebijakan pelabelan Nutri-Level sebagai edukasi kesehatan bagi masyarakat.
- Pemerintah menyeimbangkan perlindungan kesehatan publik dengan kesiapan pelaku industri dalam menerapkan kebijakan pangan sehat secara bertahap.
Tantangan Industri dan Realitas Lapangan
Di sisi lain, pemerintah juga harus mempertimbangkan kesiapan industri dalam melakukan reformulasi produk.
Kebijakan yang terlalu ketat dinilai berpotensi sulit diterapkan dalam waktu singkat.
“Kita harus melihat bagaimana implementasinya dan penerapannya seperti apa... sehingga bisa memberikan dampak kesehatan optimal sekaligus tetap dapat diterapkan oleh pelaku usaha,” jelas Sofhiani.
Ia menambahkan, kebijakan harus memenuhi dua prinsip utama, yaitu melindungi kesehatan masyarakat sekaligus tetap feasible bagi industri.
Selain itu, tantangan lain mencakup harmonisasi definisi zat gizi, metode perhitungan ambang batas, hingga ketersediaan data gizi yang akurat.
Pemerintah pum memastikan ke depan, penyempurnaan kebijakan Nutri-Level akan tetap mengacu pada bukti ilmiah seperti NPM, namun dengan pendekatan adaptif terhadap kondisi nasional.
“Penyempurnaan Nutri-Level ini akan dilakukan secara berbasis bukti ilmiah namun tetap memastikan keseimbangan antara perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlanjutan industri,” pungkas Sofhiani.
Reporter: Dinda Pramesti K
Baca Juga: Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis