- Empat anggota BAIS TNI melacak keberadaan aktivis Andrie Yunus di sekitar Monas hingga Jakarta Pusat pada Maret 2026.
- Kapten Nandala Dwi Prasetyo menginstruksikan anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada target setelah melacak aktivitas rutin melalui internet.
- Para terdakwa berhasil membuntuti korban yang keluar dari kantor YLBHI pada pukul 23.00 WIB sebelum melakukan penyiraman air keras.
Suara.com - Empat anggota intelijen TNI (BAIS) terungkap sempat melakukan pencarian terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus hingga ke acara Kamisan sebelum peristiwa penyiraman terjadi pada 12 Maret 2026.
Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko memulai pelacakan dengan mencari informasi melalui mesin pencari Google terkait aktivitas rutin Andrie sehari sebelum rencana eksekusi.
Hasil pencarian digital tersebut menunjukkan bahwa Andrie kerap menghadiri aksi rutin bertajuk Kamisan di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Mendengar informasi tersebut, Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo langsung memberikan instruksi kepada rekan-rekannya untuk segera bertindak.
"Ya sudah, kalau begitu besok kita ke lokasi dan memberi pelajaran kepada Saudara Andrie Yunus," bunyi potongan kalimat Kapten Nandala dalam dakwaan yang dibacakan oditur di Pengadilan Militer II-08 Jakarta hari ini, Rabu (29/4/2026).
Seperti yang sudah direncanakan, para terdakwa sempat mendatangi lokasi aksi dengan pakaian bebas demi menyamarkan identitas mereka.
Upaya pencarian di Monas ternyata nihil lantaran mereka tidak menemukan keberadaan Andrie di tengah kerumunan massa aksi.
Para anggota BAIS tersebut kemudian melanjutkan pencarian ke arah Tugu Tani, hingga akhirnya membagi tim menjadi dua kelompok berbeda.
Kelompok pertama yang terdiri dari Kapten Nandala Dwi Prasetyo dan Letnan Satu
Sami Lakka bergerak untuk menyisir area kantor YLBHI.
Baca Juga: Empat Prajurit TNI Didakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus, Terancam 12 Tahun Penjara
Sementara itu, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi dan Sersan Dua Edi Sudarko menyisir kawasan Kwitang hingga memantau situasi di sekitar kantor Kontras.
Sekitar pukul 18.30 WIB, Kapten Nandala dan Lettu Sami sempat menepi di sebuah warung kopi daerah Cikini untuk berbuka puasa, sebelum melanjutkan pengintaian.
Keduanya kemudian mondar-mandir di depan kantor YLBHI dengan jarak sekitar 50 hingga 100 meter, demi memastikan pergerakan target.
Pencarian baru membuahkan hasil saat jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB, ketika mereka melihat Andrie keluar dari kantor YLBHI menggunakan sepeda motor kuning.
Dari situ, aksi pembuntutan hingga proses eksekusi penyiraman air keras terhadap Andrie akhirnya benar-benar terjadi.
Berita Terkait
-
Empat Prajurit TNI Didakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus, Terancam 12 Tahun Penjara
-
Terencana dan Sadis, Andrie Yunus Disiram Pakai Campuran Air Aki dan Cairan Pembersih Karat
-
Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer
-
Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur
-
Masih Dirawat Intensif, Hakim Militer Tetap Minta Andrie Yunus Bersaksi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!