- Menteri Perang AS, Pete Hegseth, menghadapi kritik Kongres terkait arah dan efektivitas perang melawan Iran yang dimulai Februari lalu.
- Pentagon mengungkapkan biaya perang telah mencapai 25 miliar dolar AS untuk pengerahan aset dan penggunaan amunisi militer.
- Perdebatan muncul mengenai kontradiksi status nuklir Iran serta insiden serangan sekolah yang memicu polemik politik di Amerika Serikat.
Suara.com - Menteri Perang AS, Pete Hegseth mendapat kritik bertubi-tubi saat sidang publik pertamanya dengan Kongres terkait perang melawan Iran.
Dalam sidang yang berlangsung panas itu, Pentagon untuk pertama kalinya mengungkap biaya perang telah mencapai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp400 triliun.
Hegseth hadir bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine untuk memberikan penjelasan mengenai arah, tujuan, dan biaya perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Konflik kini telah memasuki bulan ketiga, meski pertempuran besar berhenti sementara sejak 8 April di tengah blokade laut AS di Selat Hormuz.
Dilansir dari Aljazeera, perwakilan Pentagon Jules Hurst III, mengatakan sebagian besar biaya perang berasal dari penggunaan amunisi, pengerahan aset militer ke Timur Tengah, dan kerugian peralatan tempur.
Saat ditanya anggota Kongres soal beban terhadap pembayar pajak Amerika, Hegseth malah menjawab, “Berapa harga yang layak untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir?”
Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut juga tengah mempertimbangkan permintaan tambahan dana perang sebesar 200 miliar dolar AS kepada Kongres, meski belum diajukan secara resmi.
Perdebatan paling tajam muncul saat anggota DPR dari Partai Demokrat, Adam Smith, mempertanyakan kontradiksi pernyataan Hegseth soal program nuklir Iran.
Smith menyoroti klaim Hegseth sebelumnya bahwa fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan total, namun di sisi lain Pentagon tetap menyebut program nuklir Teheran sebagai ancaman mendesak.
Baca Juga: Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran
“Program nuklir Iran sekarang sama saja seperti sebelum perang ini dimulai,” kata Smith dalam sidang.
Hegseth membalas dengan menegaskan bahwa fasilitas Iran telah dibombardir habis, namun ambisi nuklir Teheran tetap ada.
Ketegangan meningkat ketika anggota Kongres Demokrat John Garamendi menyebut perang Iran sebagai jebakan dan bencana politik-ekonomi di semua level.
Hegseth murka dan menuduh kritik tersebut justru membantu musuh Amerika.
“Ancaman terbesar yang kita hadapi saat ini adalah kata-kata sembrono, lemah, dan pesimistis dari Demokrat Kongres dan sebagian Republikan,” ujarnya.
Hegseth juga ditekan soal serangan udara AS terhadap sebuah sekolah di Minab, Iran, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 120 anak.
Berita Terkait
-
Donald Trump: Raja Charles Akan Bantu AS Lawan Iran
-
Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump
-
Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam
-
Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan
-
Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
-
Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global
-
Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Mengenal 6 Jenis Tekstur Sunscreen dan Fungsinya, Ini Panduan agar Tak Salah Pilih