News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 08:02 WIB
Cole Tomas Allen guru berusia 31 tahun asal California, didakwa merencanakan serangan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara White House Correspondents Dinner di Washington. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Guru asal California bernama Cole Tomas Allen didakwa merencanakan serangan terhadap Presiden Donald Trump di Washington pada 2026.
  • Allen membawa berbagai senjata dan menerobos keamanan acara White House Correspondents Dinner untuk melancarkan aksi penembakan tersebut.
  • Aparat melumpuhkan pelaku sebelum memakan korban, dan kini ia terancam hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan percobaan pembunuhan.

Suara.com - Cole Tomas Allen guru berusia 31 tahun asal California, didakwa merencanakan serangan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara White House Correspondents Dinner di Washington.

Jaksa federal menyebut Allen telah menyusun rencana tersebut selama berminggu-minggu sebelum hari pelaksanaan.

Menurut dokumen pengadilan seperti dilansir dari USA Today, Allen memesan kamar di hotel Washington Hilton, lokasi acara digelar, tak lama setelah Trump mengumumkan akan menghadiri jamuan tersebut.

Allen kemudian menempuh perjalanan hampir tiga hari dengan kereta dari Los Angeles ke Washington, diduga untuk menghindari pemeriksaan keamanan bandara.

Seorang pria bernama Cole Tomas Allen, yang diduga sebagai pelaku penembakan dalam insiden di luar acara makan malam tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA), Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat. [Tangkap layar X]

Jaksa menyebut Allen membawa sejumlah senjata dalam perjalanan itu, termasuk senapan, pistol, amunisi, pisau, dan belati.

Allen check-in di hotel sehari sebelum acara dan telah berada di dalam gedung saat ribuan tamu undangan mulai berdatangan.

Pada malam kejadian, Allen disebut mencari jadwal kegiatan Trump secara online sebelum bergerak menuju area ballroom tempat acara berlangsung.

Sekitar pukul 20.30 waktu setempat, ia menerobos pemeriksaan keamanan dan melepaskan tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan agen Secret Service.

Insiden tersebut memicu kepanikan di lokasi dan memaksa aparat mengevakuasi Trump, ibu negara Melania Trump, serta sejumlah pejabat tinggi pemerintahan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Dunia Masih Jadi Biang Kerok

Dalam berkas pengadilan, jaksa mengungkap Allen sempat menjadwalkan email kepada keluarga dan kerabat beberapa menit sebelum serangan.

Dalam pesan itu, ia menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengungkap motif politik di balik aksinya.

Allen kini menghadapi dakwaan percobaan pembunuhan terhadap presiden Amerika Serikat serta sejumlah pelanggaran senjata api.

Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.

Load More