News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 07:17 WIB
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir. [Tribune]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat menyita kapal kontainer Iran, Touska, di Teluk Oman yang menyebabkan ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
  • Pemerintah Iran telah membebaskan enam dari 28 awak kapal, sementara 22 orang lainnya masih dalam tahanan Amerika.
  • Iran menunda respons militer terhadap Amerika Serikat demi memastikan keselamatan seluruh awak kapal melalui jalur diplomasi resmi.

Suara.com - Pemerintah Iran menyatakan enam awak kapal kontainer Touska telah dibebaskan setelah upaya diplomatik intensif dilakukan Teheran menyusul penyitaan kapal tersebut oleh militer Amerika Serikat.

Menurut laporan Tasnim News, Kamis (30/4), kapal Touska sebelumnya disita Angkatan Laut Amerika Serikat saat berlayar dari China menuju Iran melalui Teluk Oman.

Otoritas Iran menuding tindakan Washington sebagai pembajakan terhadap kapal sipil yang membawa 28 awak warga negara Iran.

Menurut laporan tersebut, keenam awak yang dibebaskan kini telah kembali ke Iran.

Sementara itu, 22 awak lainnya disebut masih berada dalam tahanan pihak Amerika Serikat.

Teheran menegaskan upaya pembebasan terhadap seluruh awak kapal terus dilakukan melalui jalur resmi dan diplomatik.

Kapal dagang Iran Touska disita militer Amerika Serikat di Teluk Oman. (Dok. Aljazeera)

Iran sebelumnya mengaku menahan diri untuk tidak melakukan operasi militer langsung demi keselamatan para awak dan keluarga mereka.

Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran juga menyatakan respons militer terhadap aksi Amerika ditunda sementara hingga keselamatan seluruh sandera dipastikan.

Setelah itu, Iran menegaskan akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap militer AS.

Baca Juga: Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan

Versi Amerika Serikat berbeda dengan klaim Iran.

Komando Pusat AS menyatakan kapal Touska diambil alih setelah mengabaikan peringatan berulang selama enam jam dan menolak mengosongkan ruang mesin saat menuju Pelabuhan Bandar Abbas.

Insiden ini semakin memperkeruh ketegangan antara Washington dan Teheran di kawasan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.

Load More