- Amerika Serikat menyita kapal kontainer Iran, Touska, di Teluk Oman yang menyebabkan ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
- Pemerintah Iran telah membebaskan enam dari 28 awak kapal, sementara 22 orang lainnya masih dalam tahanan Amerika.
- Iran menunda respons militer terhadap Amerika Serikat demi memastikan keselamatan seluruh awak kapal melalui jalur diplomasi resmi.
Suara.com - Pemerintah Iran menyatakan enam awak kapal kontainer Touska telah dibebaskan setelah upaya diplomatik intensif dilakukan Teheran menyusul penyitaan kapal tersebut oleh militer Amerika Serikat.
Menurut laporan Tasnim News, Kamis (30/4), kapal Touska sebelumnya disita Angkatan Laut Amerika Serikat saat berlayar dari China menuju Iran melalui Teluk Oman.
Otoritas Iran menuding tindakan Washington sebagai pembajakan terhadap kapal sipil yang membawa 28 awak warga negara Iran.
Menurut laporan tersebut, keenam awak yang dibebaskan kini telah kembali ke Iran.
Sementara itu, 22 awak lainnya disebut masih berada dalam tahanan pihak Amerika Serikat.
Teheran menegaskan upaya pembebasan terhadap seluruh awak kapal terus dilakukan melalui jalur resmi dan diplomatik.
Iran sebelumnya mengaku menahan diri untuk tidak melakukan operasi militer langsung demi keselamatan para awak dan keluarga mereka.
Markas Pusat Khatam al-Anbia Iran juga menyatakan respons militer terhadap aksi Amerika ditunda sementara hingga keselamatan seluruh sandera dipastikan.
Setelah itu, Iran menegaskan akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap militer AS.
Baca Juga: Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan
Versi Amerika Serikat berbeda dengan klaim Iran.
Komando Pusat AS menyatakan kapal Touska diambil alih setelah mengabaikan peringatan berulang selama enam jam dan menolak mengosongkan ruang mesin saat menuju Pelabuhan Bandar Abbas.
Insiden ini semakin memperkeruh ketegangan antara Washington dan Teheran di kawasan Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.
Berita Terkait
-
Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan
-
Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah
-
Pangkalan AS di Kuwait Dihantam Iran, Taktik dan Jet Tua Jadi Kunci
-
Perang Belum Usai! Malam Ini Militer Iran Siaga Tempur Lawan AS-Israel
-
Krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kasus Kekerasan di Daycare Baby Preneur Aceh, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
-
Asa di Tengah Duka: Pemprov DKI Siapkan Beasiswa bagi Anak Guru Nur Laila Korban Tragedi KRL Bekasi
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali
-
Donald Trump Bersumpah Pertahankan Blokade, Iran Ancam Balasan Mengerikan
-
Menteri PPPA Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah: Saya Sadar Itu Kurang Tepat
-
Kebakaran Hebat Landa Pasar Kanjengan Semarang, Ratusan Kios Hangus dalam Semalam
-
Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga