- Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyediakan akses data kualitas udara real-time melalui platform digital Tangsel ONE sejak Mei 2026.
- Pemerintah menerapkan sanksi denda maksimal hingga Rp50 juta bagi warga yang terbukti melakukan praktik pembakaran sampah secara terbuka.
- Pemkot Tangsel membangun infrastruktur kendaraan listrik serta mendorong penggunaan transportasi publik untuk mengurangi emisi dari kendaraan pribadi maupun pendatang.
Transformasi Menuju Ekosistem Kendaraan Listrik
Di sektor transportasi, Tangsel berambisi menjadi pionir transisi energi bersih. Hingga Mei 2026, tren penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia meningkat pesat hingga 78 persen secara tahunan.
Tangsel merespons tren ini dengan menyediakan infrastruktur pendukung yang masif, terutama di kawasan pertumbuhan seperti BSD dan Bintaro.
Ketersediaan ribuan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi bukti kesiapan Tangsel dalam membangun ekosistem hijau.
Namun, Asep mengingatkan bahwa teknologi kendaraan listrik hanyalah salah satu instrumen.
Perubahan perilaku masyarakat dalam bermobilitas tetap menjadi faktor kunci.
"Beralih ke transportasi umum adalah cara paling instan untuk mengurangi beban emisi kendaraan pribadi," ujarnya.
Ia juga mematahkan anggapan bahwa transportasi publik di Tangsel sulit dijangkau, mengingat integrasi shuttle bus dan KRL yang kini semakin memadai bagi kaum komuter.
Tantangan Kota Destinasi dan Mobilitas Pendatang
Baca Juga: Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
Sebagai pusat perbelanjaan dan lokasi penyelenggaraan event internasional, Tangsel menghadapi tantangan unik.
Setiap harinya, ribuan kendaraan dari luar daerah membanjiri pusat-pusat konvensi dan mall di Tangsel, yang secara otomatis meningkatkan beban emisi lokal.
Asep mengakui bahwa emisi dari kendaraan pendatang adalah variabel besar yang memengaruhi kualitas udara, namun sulit dikendalikan secara sepihak oleh satu wilayah saja.
"Emisi dari kendaraan pendatang ini adalah variabel besar yang sulit dikendalikan secara sepihak. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, warga lokal, dan pengunjung untuk memilih moda transportasi ramah lingkungan menjadi sangat krusial," urai Asep.
Menurutnya, setiap hari ribuan kendaraan dari luar daerah masuk ke pusat perbelanjaan dan pusat acara di Tangsel. Emisi dari kendaraan pendatang ini adalah variabel besar yang memengaruhi kualitas udara kita.
“Inilah mengapa penggunaan transportasi publik yang sudah terintegrasi menjadi sangat krusial," tambahnya.
Berita Terkait
-
Latihan Manasik Jamaah Calon Haji di Tangsel
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Pascakebakaran dan Cemari Sungai, Gudang Pestisida di Tangsel Akhirnya Disegel
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat