-
Penembakan massal di Danau Arcadia Oklahoma mengakibatkan 12 pemuda mengalami luka tembak cukup serius.
-
Dua pelaku bermasker ski masih dalam pengejaran kepolisian setelah melepaskan tembakan di pesta tersebut.
-
Insiden ini menambah angka kekerasan senjata massal di Amerika Serikat menjadi 131 kasus tahun ini.
Suara.com - Aksi kekerasan senjata api kembali mengguncang Amerika Serikat setelah belasan pemuda menjadi korban penembakan brutal saat menghadiri pesta di Danau Arcadia.
Insiden berdarah ini menambah daftar kelam krisis keamanan publik di wilayah Oklahoma yang menyasar kerumunan warga di ruang terbuka.
Dikutip dari CNN, pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 12 orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang diderita.
Kejadian ini mencerminkan kerentanan acara hiburan komunitas terhadap serangan acak yang dilakukan oleh individu bersenjata.
Hingga saat ini, identitas pelaku belum terungkap sepenuhnya meskipun penyelidikan skala besar tengah berlangsung secara intensif.
Kepolisian mengungkapkan bahwa serangan ini diduga kuat dilakukan oleh dua pria yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker ski.
Para pelaku melepaskan tembakan ke arah kerumunan sebelum melarikan diri dari lokasi perkemahan yang menjadi titik kumpul massa.
Sembilan korban saat ini sedang berjuang pulih di Integris Health Baptist Medical Center, sementara tiga lainnya dirawat di Rumah Sakit Edmond.
Tim medis bekerja keras menangani para korban yang tiba dalam berbagai kondisi, mulai dari luka ringan hingga status kritis.
Baca Juga: Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
“Kami tersebar di seluruh area metro untuk berbicara dengan para korban dan saksi,” ujar juru bicara polisi Edmond, Emily Ward.
Hingga laporan ini diturunkan, aparat keamanan belum berhasil meringkus satu pun tersangka yang terlibat dalam penembakan massal tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena mereka meyakini tidak ada ancaman berkelanjutan bagi publik di luar lokasi kejadian.
Acara bertajuk "Sunday Funday" yang viral di media sosial tersebut seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan peserta yang hadir.
Penyelenggara acara menyatakan penyesalan mendalam atas tragedi yang tidak terduga ini melalui sebuah pernyataan resmi di platform digital.
“Mohon kirimkan doa untuk kami dan kami meminta maaf kepada semua orang,” kata penyelenggara dalam sebuah unggahan terpisah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku