- Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus berlangsung di Pengadilan Militer Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.
- Korban absen dalam persidangan karena harus menjalani prosedur operasi pencangkokan kulit yang dijadwalkan oleh tim medis.
- Majelis hakim memberikan waktu pemulihan serta menyiapkan opsi pemeriksaan daring atau jemput bola demi kelancaran proses pembuktian perkara.
Suara.com - Sidang lanjutan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus berjalan tanpa kehadiran saksi korban di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Andrie absen karena masih menjalani prosedur medis yang sudah direncanakan oleh tim dokter.
"Saksi Andrie Yunus belum bisa hadir karena masih akan menjalankan tindakan medis yang direncanakan dokter untuk merawat sesuai keperluannya," tutur oditur militer dalam persidangan.
Berdasarkan informasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Andrie akan menjalani operasi hari ini akibat luka dari siraman air keras.
"Informasi dari LPSK, operasi pencangkokan kulit," papar oditur lagi.
Mendengar penjelasan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto memastikan bahwa ketidakhadiran saksi murni karena kendala kesehatan yang mendesak, bukan akibat keengganan untuk memberikan keterangan.
"Oke, berarti bukan karena tidak mau hadir ya?" tanya hakim ketua.
"Siap," sahut oditur.
Lebih lanjut, oditur menjelaskan bahwa pihaknya masih menjalin koordinasi dengan LPSK agar kesaksian Andrie tetap bisa diambil guna mengungkap tabir dalam kasus ini.
Baca Juga: KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
"Kalau misalkan ternyata tidak bisa hadir tetapi bisa Zoom, kami juga masih berharap itu bisa dilakukan," jelasnya.
Hakim ketua pun memberikan ruang bagi Andrie untuk fokus pada masa pemulihan, namun tetap membuka opsi pemeriksaan secara daring jika kondisi fisik belum memungkinkan untuk hadir di ruang sidang.
"Karena hari ini dan besok pasti recovery, perawatan, mungkin panggil ulang nanti hari Selasa tanggal 13 ya, hari Rabu," katanya.
Apabila opsi konferensi video tetap mustahil untuk dilaksanakan, hakim ketua membuka opsi untuk melakukan langkah jemput bola dengan menggelar pemeriksaan langsung dari lokasi Andrie.
"Misal tidak bisa vcon, kita yang ke sana untuk melaksanakan pemeriksaan setempat," tegasnya, sebelum memulai agenda sidang hari ini.
Seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya, sidang hari ini beragendakan mendengar keterangan delapan saksi dari oditur militer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?