News / Internasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB
Blokade Selat Hormuz oleh AS (freepik)
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia turun lebih dari 6 persen pada Rabu karena meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Presiden Donald Trump menangguhkan operasi militer di Selat Hormuz setelah Iran menjamin keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
  • Kedua negara sedang merundingkan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik guna menjaga stabilitas pasokan energi global yang sempat terganggu.

Respons Iran dan Situasi Selat Hormuz

Di sisi lain, Iran menyatakan masih meninjau proposal tersebut melalui mediator Pakistan.

Kantor berita ISNA menegaskan isu nuklir bukan fokus utama dalam negosiasi darurat saat ini. Pemerintah Iran menekankan prioritas mereka adalah penghentian perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut isu nuklir tidak dibahas dalam tahap negosiasi saat ini.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz kini aman.

“Kami berterima kasih kepada kapten dan pemilik kapal di Teluk Persia atas kepatuhan terhadap aturan Selat Hormuz dan kontribusi terhadap keamanan maritim regional,” tulis pernyataan resmi IRGC.

Pasokan Minyak AS Meningkat

Data dari Energy Information Administration menunjukkan stok minyak mentah komersial AS turun 2,3 juta barel menjadi 457,2 juta barel pekan lalu.

Laporan itu juga mencatat ekspor produk minyak AS mencapai rekor 8,22 juta barel per hari di tengah terganggunya pasokan dari Timur Tengah.

Baca Juga: Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Situasi tersebut membuat AS sempat menjadi pemasok utama minyak global ketika Selat Hormuz berada dalam pengawasan ketat Iran.

Analis ING menilai normalisasi pelayaran di Selat Hormuz sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia di tengah menipisnya cadangan minyak global.

Krisis Energi Global Mulai Mereda

Blokade di Selat Hormuz sebelumnya mengganggu distribusi sekitar 13 juta barel minyak per hari dan memicu volatilitas harga energi global.

Iran berulang kali menegaskan bahwa penghentian perang dan pencabutan blokade laut menjadi syarat utama terciptanya stabilitas di kawasan.

Meski harga minyak mulai turun, pasar global masih mewaspadai potensi gejolak baru jika proses negosiasi damai kembali menemui jalan buntu.

Load More