- Harga minyak dunia turun lebih dari 6 persen pada Rabu karena meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Presiden Donald Trump menangguhkan operasi militer di Selat Hormuz setelah Iran menjamin keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
- Kedua negara sedang merundingkan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik guna menjaga stabilitas pasokan energi global yang sempat terganggu.
Respons Iran dan Situasi Selat Hormuz
Di sisi lain, Iran menyatakan masih meninjau proposal tersebut melalui mediator Pakistan.
Kantor berita ISNA menegaskan isu nuklir bukan fokus utama dalam negosiasi darurat saat ini. Pemerintah Iran menekankan prioritas mereka adalah penghentian perang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut isu nuklir tidak dibahas dalam tahap negosiasi saat ini.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz kini aman.
“Kami berterima kasih kepada kapten dan pemilik kapal di Teluk Persia atas kepatuhan terhadap aturan Selat Hormuz dan kontribusi terhadap keamanan maritim regional,” tulis pernyataan resmi IRGC.
Pasokan Minyak AS Meningkat
Data dari Energy Information Administration menunjukkan stok minyak mentah komersial AS turun 2,3 juta barel menjadi 457,2 juta barel pekan lalu.
Laporan itu juga mencatat ekspor produk minyak AS mencapai rekor 8,22 juta barel per hari di tengah terganggunya pasokan dari Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
Situasi tersebut membuat AS sempat menjadi pemasok utama minyak global ketika Selat Hormuz berada dalam pengawasan ketat Iran.
Analis ING menilai normalisasi pelayaran di Selat Hormuz sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia di tengah menipisnya cadangan minyak global.
Krisis Energi Global Mulai Mereda
Blokade di Selat Hormuz sebelumnya mengganggu distribusi sekitar 13 juta barel minyak per hari dan memicu volatilitas harga energi global.
Iran berulang kali menegaskan bahwa penghentian perang dan pencabutan blokade laut menjadi syarat utama terciptanya stabilitas di kawasan.
Meski harga minyak mulai turun, pasar global masih mewaspadai potensi gejolak baru jika proses negosiasi damai kembali menemui jalan buntu.
Berita Terkait
-
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
-
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Usai Iran Tinjau Proposal Damai Amerika Serikat
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?