-
Hantavirus memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dan sulit dibandingkan virus Covid-19.
-
Pasien dari kapal MV Hondius telah diisolasi secara ketat di Leiden University Medical Centre.
-
Tim medis Belanda memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani potensi penyebaran virus tersebut.
Suara.com - Ancaman penyebaran Hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius dipastikan memiliki risiko penularan jauh lebih rendah dibandingkan pandemi Covid-19.
Leiden University Medical Centre kini menjadi pusat penanganan utama bagi pasien yang terinfeksi virus dari kapal tersebut.
Dikutip dari France24, Karin Ellen Veldkamp selaku kepala divisi penyakit menular menyatakan kesiapan fasilitasnya untuk mengantisipasi adanya tambahan pasien baru.
Otoritas medis menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan mengenai potensi ledakan kasus global.
Mekanisme infeksi virus ini sangat bergantung pada kondisi spesifik dan bukan merupakan ancaman respirasi yang masif.
Saat ditanya mengenai kekhawatiran Hantavirus bisa menjadi Covid-19 baru, Veldkamp berkata: "Tidak, tidak seperti itu. Penyakit ini tidak mudah menular dari orang ke orang."
Meskipun terdapat indikasi transmisi terbatas di atas kapal, intensitas penyebarannya tetap dianggap tidak mengkhawatirkan bagi publik luas.
Veldkamp menambahkan: "Kami tahu (penularan dari orang ke orang) mungkin saja terjadi dan kami curiga hal itu telah terjadi di kapal... tetapi ini tidak seperti Covid, (penularan) jauh lebih sulit."
Identitas dan detail kondisi klinis pasien yang masuk sejak Rabu malam tetap dijaga kerahasiaannya oleh pihak rumah sakit.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
Fasilitas medis di Belanda telah dilengkapi dengan standar keamanan tinggi untuk menangani patogen serupa secara rutin.
Veldkamp menegaskan: "Prinsip kami adalah kami memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami tidak menolak untuk masuk (ke ruang isolasi). Kami hanya terlatih dengan baik untuk melakukan hal itu dengan cara yang aman."
Pasien akan tetap berada di ruang isolasi ketat selama tanda-tanda klinis penyakit masih terlihat jelas.
Proses pembebasan isolasi hanya akan dilakukan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan status negatif pada tubuh pasien.
Dokter meyakini bahwa tingkat penularan akan hilang sepenuhnya seiring dengan pulihnya kondisi fisik penderita.
Veldkamp berujar: "Kami tidak tahu persis berapa lama seseorang dapat membawa virus tersebut. Namun kami berasumsi bahwa setelah seseorang merasa lebih baik, mereka tidak lagi menular."
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT