News / Internasional
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB
Selat Hormuz (ilustrasi)
Baca 10 detik
  • Iran mampu bertahan dari blokade Amerika Serikat selama berbulan-bulan berkat kekuatan konsumsi minyak domestik.

  • Infrastruktur energi Teheran tidak mengalami kerusakan fatal karena pengalaman panjang menghadapi berbagai sanksi internasional.

  • Cadangan 30 juta barel minyak di Asia menjadi penopang ekonomi Iran saat ekspor terhenti.

"Tidak ada kapal yang masuk ke Iran. Mereka sedang sekarat," tambah Presiden Amerika Serikat tersebut.

Kubu garis keras di Teheran saat ini terlihat masih cukup solid untuk mempertahankan kekuasaan meski ekonomi mulai melambat.

Efek penutupan Selat Hormuz justru kini menjadi risiko yang harus dihitung ulang oleh Amerika Serikat terhadap stabilitas ekonomi global.

Blokade ini merupakan puncak dari upaya Washington untuk memutus urat nadi ekonomi Teheran melalui penghentian total ekspor minyak.

Perselisihan meningkat setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir dan menerapkan sanksi maksimal guna memaksa Iran kembali ke meja perundingan.

Iran merespons dengan mengancam akan menutup Selat Hormuz, jalur krusial bagi pasokan energi dunia, yang kemudian memicu kehadiran militer AS secara masif di kawasan tersebut.

Load More