-
Iran mampu bertahan dari blokade Amerika Serikat selama berbulan-bulan berkat kekuatan konsumsi minyak domestik.
-
Infrastruktur energi Teheran tidak mengalami kerusakan fatal karena pengalaman panjang menghadapi berbagai sanksi internasional.
-
Cadangan 30 juta barel minyak di Asia menjadi penopang ekonomi Iran saat ekspor terhenti.
Suara.com - Ketahanan infrastruktur energi Iran membuktikan bahwa prediksi keruntuhan ekonomi instan akibat blokade Selat Hormuz militer Amerika Serikat tidak terbukti.
Analis intelijen Barat menilai Iran sanggup meredam tekanan ekonomi selama berbulan-bulan tanpa mengalami kerusakan permanen pada ladang minyaknya.
Kapasitas pengolahan domestik yang kuat menjadi kunci utama bagi rezim untuk tetap mengoperasikan sumur bor meskipun ekspor jalur laut terhenti.
Pemerintah Amerika Serikat awalnya memproyeksikan industri minyak Iran akan segera meledak dalam hitungan hari setelah jalur distribusi ditutup.
Teheran justru merespons dengan memangkas volume produksi secara terukur agar sesuai dengan kapasitas tangki penyimpanan yang tersisa.
Pengalaman menghadapi sanksi selama belasan tahun membuat para teknisi Iran ahli dalam mengelola penutupan sumur tanpa merusak fasilitas.
"Mereka harus menutup sekitar setengah dari produksi mereka. Mereka dapat terus berproduksi karena mereka dapat memurnikannya di dalam negeri," kata Robin Mills kepada NBC.
"Saya tidak berpikir itu akan menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur mereka. Mereka tahu bagaimana melakukan ini. Mereka telah melakukannya sebelumnya," ujar Gregory Brew.
Meskipun volume penguatan ke tangker menurun drastis, Iran masih memiliki tabungan komoditas dalam jumlah besar di pasar internasional.
Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
Sekitar 30 juta barel minyak yang telah berada di perairan Asia menjadi bantalan finansial untuk menjaga stabilitas anggaran negara.
Namun, tekanan inflasi dan pembengkakan biaya logistik darat tetap mengancam daya beli masyarakat Iran dalam jangka panjang.
"Agaknya, mereka bisa terus seperti ini selama berbulan-bulan berdasarkan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu," jelas Brew.
Donald Trump sendiri menegaskan bahwa kontrol penuh atas jalur perairan tersebut kini berada di tangan Amerika Serikat.
"Kami benar-benar mengendalikannya; mereka tidak. Dan kami telah mengambil bisnis dari mereka," tegas Trump dalam wawancara telepon.
Trump juga menambahkan bahwa aktivitas logistik Iran melalui jalur laut telah berhenti total akibat pengawasan ketat armada militer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas