- Amien Rais mengungkapkan adanya keluhan menteri koordinator terkait hambatan akses untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
- Akses tersebut diduga dibatasi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui mekanisme penyaringan jadwal yang sangat ketat.
- Pernyataan tersebut memicu spekulasi publik dan kritik dari pemerintah karena dianggap tidak memiliki etika komunikasi yang baik.
Berbagai pihak yang berafiliasi dengan komunikasi pemerintah segera memberikan respons keras. Salah satunya datang dari Pelaksana Tugas III Badan Komunikasi Republik Indonesia, Kurnia Ramadhana.
Dalam sebuah diskusi di program Satu Meja The Forum Kompas TV pada Rabu (6/5/2026), Kurnia secara terbuka menyayangkan pernyataan Amien yang dinilai tidak memiliki etika komunikasi publik yang baik.
Kurnia bahkan menceritakan keterkejutannya saat pertama kali melihat video pernyataan tersebut, hingga sempat menduga bahwa rekaman itu adalah hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan (Deepfake AI).
“Saya sempat mengira itu rekayasa AI,” tambah Kurnia, menggambarkan betapa sulit dipercayanya pernyataan tersebut keluar dari lisan seorang tokoh senior. Baginya, menyerang mekanisme internal kepresidenan di depan publik hanya akan memperkeruh suasana tanpa memberikan solusi bagi jalannya pemerintahan.
Isu sulitnya menembus lingkaran RI 1 terkait informasi dair jajarannya belakangan menjadi topik panas. Terlebih, sebagian pihak menganggapi Presiden wajib mendapatkan informasi yang terbuka dan transparan terkait kondisi negara.
Hingga laporan ini diturunkan, baik Zulkifli Hasan maupun menteri koordinator lainnya belum memberikan klarifikasi terbuka mengenai benar tidaknya mereka merasa sulit menemui Presiden.
Berita Terkait
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Mengenal Barong Tagalog, Busana Khas Filipina yang Dipakai Prabowo di KTT ke-48 ASEAN
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
-
BRI Bebaskan Biaya Potongan QRIS (MDR 0%) Lewat BRImerchant, Ini Caranya
-
Indonesia Butuh Industri Alat Kesehatan, Bukan Sekadar Pasar Impor
-
AC Milan Digilas Chelsea 0-3, Ruben Amorim Singgung Suporter Indonesia
-
Contoh Teks MC Malam Tirakatan 17 Agustus Lengkap dengan Doa dan Susunan Acara
-
Prabowo Klaim Kinerja Pemerintahannya 'Oke', Gerindra Sodorkan Angka Kepuasan Publik
-
2 Rekomendasi Cushion Make Over Terbaik dengan Full Coverage, Tahan 24 Jam
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026 Malam Ini: Jorge Martin Pole, Veda Ega Bakal Tancap Gas di Moto3
-
Kronologi Santri di Jakabaring Diduga Dianiaya Ustaz hingga Mata Lebam, Dilaporkan ke Polisi
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Saat Kemiskinan Merampas Kebebasan Cinta