- Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di Pergudangan Miami, Kalideres, pascakebakaran besar yang terjadi pada Senin malam lalu.
- Proses pendinginan terkendala tumpukan puing bangunan dan letupan kecil diduga berasal dari tabung freon serta kaleng gas.
- Asap beracun dari bahan kimia menyulitkan petugas hingga seorang personel sempat mengalami sesak napas saat bertugas.
Suara.com - Sehari setelah kebakaran hebat melanda Pergudangan Miami di Kalideres, Jakarta Barat, situasi di lokasi ternyata belum sepenuhnya aman.
Hingga Selasa (12/5/2026), petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan proses pendinginan di tengah asap pekat dan letupan kecil yang sesekali muncul dari dalam bangunan yang hangus terbakar.
Dari kejauhan, asap putih bercampur aroma menyengat bahan kimia masih terus mengepul dari reruntuhan gudang. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Di dalam area gudang, kondisi bangunan tampak porak poranda. Struktur yang ambruk membuat berbagai barang di dalam gudang berserakan dan tertimbun puing.
Kasie Ops Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan proses pendinginan berlangsung cukup rumit karena api diduga masih menyimpan panas di bagian bawah tumpukan barang.
Situasi itu diperparah dengan munculnya letupan-letupan kecil dari dalam gudang. Meski demikian, Syaiful memastikan kondisi tersebut tidak semengerikan saat kebakaran besar terjadi pada Senin malam.
“Tidak seseram semalam. Kalau sekarang sih kecil-kecil gitu. Kalau semalam tuh memang gede, ledakannya," kata Syaiful saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).
Petugas menduga sumber letupan berasal dari tabung freon dan kaleng gas yang tersimpan di dalam gudang.
"Dugaannya begitu, ledakan itu dari kaleng-kaleng freon sama yang ada gasnya itu," jelasnya.
Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki
Menurut Syaiful, proses pendinginan terkendala banyaknya tumpukan barang yang tertimbun reruntuhan bangunan. Material setinggi hampir dua meter itu membuat bara panas di bagian bawah sulit dijangkau air.
"Jadi panas di dalam tuh masih ada. Kalau kita mau ini (padamkan total), kan dia harus diurai, diangkat, baru disemprot," ujar Syaiful.
Karena itu, petugas harus benar-benar membanjiri area kebakaran untuk memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa sebelum meninggalkan lokasi.
Tak hanya panas dan puing, petugas juga menghadapi ancaman lain yang lebih berbahaya: asap diduga mengandung zat kimia beracun.
"Namanya gas pasti beracun kan. Kita enggak ada alat (deteksinya) itu, jadi ya memang asapnya baunya beda. Jadi kita pakai breathing apparatus, alat bantu pernapasan," jelasnya.
Paparan asap pekat bahkan sempat membuat satu petugas mengalami sesak napas saat proses pemadaman berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?
-
Niat Investasi di Lumajang, 2 Pria Ini Malah Kehilangan Koper 1 Miliar
-
5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya
-
Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar
-
6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele
-
Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad
-
GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha
-
Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang
-
Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati
-
WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb