News / Metropolitan
Selasa, 12 Mei 2026 | 13:33 WIB
Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam. ANTARA/Risky Syukur
Baca 10 detik
  • Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di Pergudangan Miami, Kalideres, pascakebakaran besar yang terjadi pada Senin malam lalu.
  • Proses pendinginan terkendala tumpukan puing bangunan dan letupan kecil diduga berasal dari tabung freon serta kaleng gas.
  • Asap beracun dari bahan kimia menyulitkan petugas hingga seorang personel sempat mengalami sesak napas saat bertugas.

Suara.com - Sehari setelah kebakaran hebat melanda Pergudangan Miami di Kalideres, Jakarta Barat, situasi di lokasi ternyata belum sepenuhnya aman.

Hingga Selasa (12/5/2026), petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan proses pendinginan di tengah asap pekat dan letupan kecil yang sesekali muncul dari dalam bangunan yang hangus terbakar.

Dari kejauhan, asap putih bercampur aroma menyengat bahan kimia masih terus mengepul dari reruntuhan gudang. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di dalam area gudang, kondisi bangunan tampak porak poranda. Struktur yang ambruk membuat berbagai barang di dalam gudang berserakan dan tertimbun puing.

Kasie Ops Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan proses pendinginan berlangsung cukup rumit karena api diduga masih menyimpan panas di bagian bawah tumpukan barang.

Situasi itu diperparah dengan munculnya letupan-letupan kecil dari dalam gudang. Meski demikian, Syaiful memastikan kondisi tersebut tidak semengerikan saat kebakaran besar terjadi pada Senin malam.

“Tidak seseram semalam. Kalau sekarang sih kecil-kecil gitu. Kalau semalam tuh memang gede, ledakannya," kata Syaiful saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Petugas menduga sumber letupan berasal dari tabung freon dan kaleng gas yang tersimpan di dalam gudang.

"Dugaannya begitu, ledakan itu dari kaleng-kaleng freon sama yang ada gasnya itu," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki

Petugas Damkar melakukan pendinginan di lokasi kebakaran Pergudangan Miami, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026). (Suara.com/Faqih)

Menurut Syaiful, proses pendinginan terkendala banyaknya tumpukan barang yang tertimbun reruntuhan bangunan. Material setinggi hampir dua meter itu membuat bara panas di bagian bawah sulit dijangkau air.

"Jadi panas di dalam tuh masih ada. Kalau kita mau ini (padamkan total), kan dia harus diurai, diangkat, baru disemprot," ujar Syaiful.

Karena itu, petugas harus benar-benar membanjiri area kebakaran untuk memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa sebelum meninggalkan lokasi.

Tak hanya panas dan puing, petugas juga menghadapi ancaman lain yang lebih berbahaya: asap diduga mengandung zat kimia beracun.

"Namanya gas pasti beracun kan. Kita enggak ada alat (deteksinya) itu, jadi ya memang asapnya baunya beda. Jadi kita pakai breathing apparatus, alat bantu pernapasan," jelasnya.

Paparan asap pekat bahkan sempat membuat satu petugas mengalami sesak napas saat proses pemadaman berlangsung.

Load More