- Otoritas Amerika Serikat menangkap 27 kru kapal pesiar di San Diego pada April 2026 terkait kasus distribusi konten pelecehan anak.
- Pelaku yang ditangkap terdiri dari warga negara Filipina, Portugal, dan satu orang asal Indonesia yang bekerja di kapal pesiar.
- Perusahaan pelayaran langsung memecat kru yang terlibat dan pihak berwenang memproses deportasi serta pencabutan visa terhadap seluruh pelaku tersebut.
Pihak Disney Cruise Line segera memberikan respons tegas menanggapi skandal yang mencoreng nama besar mereka ini.
Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan memiliki kebijakan nol toleransi terhadap perilaku kriminal semacam ini dan telah bekerja sama sepenuhnya dengan pihak penegak hukum.
Disney juga mengklarifikasi bahwa meskipun mayoritas dari mereka yang ditangkap bukan berasal dari perusahaan mereka, kru Disney yang terlibat sudah dipastikan langsung dipecat dan tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan.
Selain Disney, pihak Holland America juga mengonfirmasi bahwa beberapa kru mereka terseret dalam operasi yang sama dan telah mengambil tindakan pemecatan yang serupa.
Langkah hukum selanjutnya yang diambil oleh otoritas Amerika Serikat adalah pencabutan visa bagi seluruh pelaku yang terlibat.
Mengingat beratnya pelanggaran yang dilakukan, ke-27 kru tersebut kini tengah dalam proses deportasi untuk dikembalikan ke negara asal masing-masing.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri pariwisata global mengenai pentingnya pengawasan ketat terhadap staf, bahkan di lingkungan yang selama ini dianggap paling ramah keluarga dan aman sekalipun.
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah Terus: Petaka Bagi WNI, Karpet Merah untuk WNA
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Michael Jackson Dituding Predator Seks Berantai Gunakan Juice Jesus hingga Xanax
-
Disney Siap Gelar D23 Asia Perdana di Singapura, Mimpi Penggemar dari Segala Usia Akan Jadi Nyata
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati