News / Internasional
Kamis, 14 Mei 2026 | 13:33 WIB
Ilustrasi Perang Iran mengadopsi strategi perang Mao Zedong. Ayatollah Khamenei (kiri) saat perang Irak-Iran. Mao Zedong dan Tentara Merah (kanan). [Suara.com/Syahda]
Baca 10 detik
  • Great Hall of the People di Beijing diresmikan pada September 1959 sebagai pusat politik penting Republik Rakyat China.
  • Gedung seluas 171 ribu meter persegi ini rutin menjadi lokasi sidang parlemen serta pertemuan tamu kenegaraan dunia.
  • Proyek besar ini diselesaikan hanya dalam sepuluh bulan berkat kerja keras ribuan pekerja untuk kepentingan agenda nasional.

Suara.com - Bangunan megah bernama Great Hall of the People kembali menjadi sorotan dunia setelah menjadi lokasi pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Gedung kenegaraan yang berada di sisi barat Lapangan Tiananmen itu memang sejak lama dikenal sebagai pusat politik paling penting di China.

Great Hall of the People pertama kali dibuka pada September 1959.

Gedung tersebut dibangun sebagai bagian dari proyek besar peringatan 10 tahun berdirinya Republik Rakyat China.

Bangunan ini berdiri di kawasan Xicheng, Beijing, tepat menghadap Monumen Pahlawan Rakyat di Tiananmen Square.

Dengan luas mencapai 171 ribu meter persegi, Great Hall menjadi salah satu gedung pemerintahan terbesar di dunia.

Great Hall of the People digunakan untuk berbagai agenda kenegaraan penting China.

Pemimpin China, Xi Jinping, membuka pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing dengan pernyataan kontroversial. [istimewa]

Mulai dari sidang parlemen National People’s Congress (NPC), kongres Partai Komunis China, hingga jamuan negara bagi tamu-tamu penting dunia.

Gedung tersebut juga rutin dipakai untuk pertemuan politik terbesar China yang dikenal sebagai “Lianghui” atau Dua Sesi setiap bulan Maret.

Baca Juga: AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa

Dalam agenda itu, ribuan delegasi dari seluruh wilayah China berkumpul membahas kebijakan nasional.

Pembangunan Great Hall of the People berlangsung sangat cepat.

Proyek raksasa itu diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 10 bulan dengan melibatkan lebih dari 7.700 pekerja.

Pemimpin revolusi China Mao Zedong disebut ikut menentukan nama gedung tersebut pada 1959.

Saat meninjau lokasi pembangunan, Mao akhirnya memilih nama Great Hall of the People setelah berdiskusi dengan pejabat Beijing saat itu.

Salah satu ruangan paling ikonik di dalam gedung adalah Great Auditorium atau Aula Besar yang mampu menampung hingga 10 ribu orang.

Load More