- Great Hall of the People di Beijing diresmikan pada September 1959 sebagai pusat politik penting Republik Rakyat China.
- Gedung seluas 171 ribu meter persegi ini rutin menjadi lokasi sidang parlemen serta pertemuan tamu kenegaraan dunia.
- Proyek besar ini diselesaikan hanya dalam sepuluh bulan berkat kerja keras ribuan pekerja untuk kepentingan agenda nasional.
Suara.com - Bangunan megah bernama Great Hall of the People kembali menjadi sorotan dunia setelah menjadi lokasi pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Gedung kenegaraan yang berada di sisi barat Lapangan Tiananmen itu memang sejak lama dikenal sebagai pusat politik paling penting di China.
Great Hall of the People pertama kali dibuka pada September 1959.
Gedung tersebut dibangun sebagai bagian dari proyek besar peringatan 10 tahun berdirinya Republik Rakyat China.
Bangunan ini berdiri di kawasan Xicheng, Beijing, tepat menghadap Monumen Pahlawan Rakyat di Tiananmen Square.
Dengan luas mencapai 171 ribu meter persegi, Great Hall menjadi salah satu gedung pemerintahan terbesar di dunia.
Great Hall of the People digunakan untuk berbagai agenda kenegaraan penting China.
Mulai dari sidang parlemen National People’s Congress (NPC), kongres Partai Komunis China, hingga jamuan negara bagi tamu-tamu penting dunia.
Gedung tersebut juga rutin dipakai untuk pertemuan politik terbesar China yang dikenal sebagai “Lianghui” atau Dua Sesi setiap bulan Maret.
Baca Juga: AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
Dalam agenda itu, ribuan delegasi dari seluruh wilayah China berkumpul membahas kebijakan nasional.
Pembangunan Great Hall of the People berlangsung sangat cepat.
Proyek raksasa itu diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 10 bulan dengan melibatkan lebih dari 7.700 pekerja.
Pemimpin revolusi China Mao Zedong disebut ikut menentukan nama gedung tersebut pada 1959.
Saat meninjau lokasi pembangunan, Mao akhirnya memilih nama Great Hall of the People setelah berdiskusi dengan pejabat Beijing saat itu.
Salah satu ruangan paling ikonik di dalam gedung adalah Great Auditorium atau Aula Besar yang mampu menampung hingga 10 ribu orang.
Berita Terkait
-
AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Gambir Siaga! 1.045 Polisi Kawal Demo Mahasiswa Paniai dan Front Anti Militerisme
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud