News / Internasional
Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB
Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket. [Tasnim News]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran resmi melarang pengiriman persenjataan militer Amerika Serikat melintasi wilayah strategis Selat Hormuz mulai hari Rabu.
  • Kebijakan blokade ketat yang dikelola IRGC dan militer reguler ini diambil sebagai respons atas agresi militer sebelumnya.
  • Langkah strategis tersebut bertujuan memperkuat kedaulatan maritim sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan negara hingga dua kali lipat sektor minyak.

Di tengah kebuntuan diplomatik, Presiden AS Donald Trump secara sepihak memperpanjang penghentian permusuhan dengan dalih memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."

Eskalasi konflik bersenjata ini telah secara signifikan mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan pasokan tersebut secara langsung mendorong kenaikan harga bahan bakar dunia dan memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi global.

Larangan pengiriman senjata AS ini menjadi bukti bahwa Iran tidak akan lagi tinggal diam menghadapi provokasi militer dan siap menggunakan dominasi maritimnya sebagai alat tawar yang kuat dalam setiap perundingan di masa depan.

Load More