- Pemerintah China memperingatkan Amerika Serikat agar menghindari perang melawan Iran demi menjaga stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.
- Beijing mendesak penyelesaian konflik melalui dialog dan konsultasi politik untuk mencegah dampak buruk bagi ekonomi global.
- China menekankan pentingnya membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur strategis untuk memastikan kelancaran rantai pasokan minyak internasional.
Suara.com - Pemerintah China memperingatkan Amerika Serikat bahwa perang melawan Republik Islam Iran tidak akan membawa manfaat dan seharusnya tidak pernah terjadi.
Peringatan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China di tengah pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing.
Beijing mendesak semua pihak segera mencari jalan keluar demi mencegah konflik berkepanjangan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global dan keamanan kawasan Timur Tengah.
China Desak Dialog Terus Dilanjutkan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan posisi negaranya saat menanggapi isu Iran yang dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin negara.
“Tidak ada gunanya melanjutkan konflik ini, yang seharusnya tidak pernah terjadi sejak awal,” kata juru bicara tersebut.
China mendorong seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan penyelesaian politik melalui konsultasi yang adil.
Menurut Beijing, momentum deeskalasi harus dijaga agar pintu diplomasi yang sudah terbuka tidak kembali tertutup.
Pemerintah China juga menekankan pentingnya kesepakatan komprehensif yang tidak hanya membahas program nuklir Iran, tetapi juga keamanan kawasan secara menyeluruh.
Baca Juga: Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
Selat Hormuz Jadi Sorotan
China turut menyoroti pentingnya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Beijing menilai langkah tersebut krusial untuk menjaga stabilitas rantai pasok global dan meredam dampak ekonomi internasional.
“Penting untuk segera mencapai gencatan senjata yang menyeluruh dan berkelanjutan, mengembalikan perdamaian dan stabilitas ke Timur Tengah serta kawasan Teluk,” ujar juru bicara Kemlu China.
Sementara itu, Donald Trump dalam wawancara dengan FOX News mengungkapkan bahwa Xi Jinping juga berharap tercapainya kesepakatan damai.
“Dia (Xi Jinping) berkata, ‘Jika saya bisa membantu, saya ingin membantu.’ Dia ingin melihat Selat Hormuz tetap terbuka,” kata Trump.
Berita Terkait
-
Marco Rubio: Harga Bensin Tinggi Tak Akan Paksa AS Beri Konsesi ke Iran
-
Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
-
Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi
-
Klarifikasi Resmi Timnas Irak Terkait Isu Visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis