- Pemerintah Indonesia mendorong kebijakan hilirisasi nikel untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan memperkuat posisi ekonomi di pasar global.
- Perlambatan industri nikel di Sulawesi berdampak langsung pada penurunan perputaran ekonomi lokal serta kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.
- Pelaku usaha nasional dan masyarakat lokal menghadapi tantangan besar akibat tekanan global serta volatilitas harga nikel yang tidak menentu.
Pada titik inilah muncul pertanyaan yang lebih reflektif daripada konfrontatif: bagaimana memastikan agar transformasi industri ini tetap memberi ruang aman bagi pelaku usaha nasional dan masyarakat lokal, tanpa kehilangan arah besar pembangunan yang sedang dikejar?
Ihwan Kadir menutup pandangannya dengan satu catatan yang lebih sebagai pengingat daripada kritik.
“Yang paling penting dari agenda besar seperti hilirisasi adalah memastikan bahwa yang tumbuh bukan hanya industrinya, tetapi juga ketahanan sosial di sekitarnya.”
Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah kebijakan industri tidak hanya diukur dari seberapa besar nilai ekspor yang dihasilkan, tetapi juga dari seberapa banyak kehidupan yang tetap bisa bertahan dan berkembang di sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital
-
3 Rekomendasi Bedak Emina untuk Remaja dan Anak Sekolah, Ringan Bikin Wajah Fresh
-
Transaksi Saham BEI Makin Ramai, IHSG Naik 1,93 Persen Sepekan
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
Gempa Flores M 7,7, Bantuan Logistik Mulai Dikirim untuk Warga Terdampak