- Pemerintah menegaskan proyek lumbung pangan di Wanam, Papua Selatan, tidak berkaitan dengan narasi film mengenai masyarakat adat.
- Proyek strategis nasional ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan satu juta hektare lahan sawah baru.
- Progres pembangunan fasilitas penunjang di Wanam berjalan signifikan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Ia menambahkan, pembangunan yang kini menjangkau wilayah mereka sebelumnya belum pernah terjadi. Menurutnya, hal ini membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan.
“Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Kami sangat berterima kasih dan menerima program ini 100 persen,” katanya.
Sementara itu, petugas proyek menyebut progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang hampir seluruhnya selesai. Beberapa infrastruktur bahkan telah mencapai tahap akhir.
“Untuk area jetty multipurpose sudah 100 persen, dan solar cell juga sudah 100 persen,” ujar petugas proyek.
Ia menambahkan, tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sementara warehouse multipurpose berada di angka 88 persen. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari operasional kawasan.
PSN Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui pengembangan lahan sawah baru seluas 1 juta hektare.
Proyek yang dikerjakan oleh Jhonlin Group ini tidak hanya berfokus pada pertanian, tetapi juga membangun ekosistem pendukung seperti irigasi, energi, hingga industri biodiesel.
Dengan skala besar tersebut, pemerintah menegaskan bahwa konektivitas dan keberlanjutan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dari Papua Selatan.
Baca Juga: Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
Berita Terkait
-
Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
-
Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama