News / Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 06:00 WIB
Sejumlah pelajar di Papua menyantap MBG. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Pemerintah Indonesia mendapat apresiasi dari United Nations Children's Fund (UNICEF). (Foto dok. BGN)
Baca 10 detik
  • Pemerintah menegaskan proyek lumbung pangan di Wanam, Papua Selatan, tidak berkaitan dengan narasi film mengenai masyarakat adat.
  • Proyek strategis nasional ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan satu juta hektare lahan sawah baru.
  • Progres pembangunan fasilitas penunjang di Wanam berjalan signifikan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, pembangunan yang kini menjangkau wilayah mereka sebelumnya belum pernah terjadi. Menurutnya, hal ini membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Kami sangat berterima kasih dan menerima program ini 100 persen,” katanya.

Sementara itu, petugas proyek menyebut progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang hampir seluruhnya selesai. Beberapa infrastruktur bahkan telah mencapai tahap akhir.

“Untuk area jetty multipurpose sudah 100 persen, dan solar cell juga sudah 100 persen,” ujar petugas proyek.

Ia menambahkan, tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sementara warehouse multipurpose berada di angka 88 persen. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dari operasional kawasan.

PSN Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui pengembangan lahan sawah baru seluas 1 juta hektare.

Proyek yang dikerjakan oleh Jhonlin Group ini tidak hanya berfokus pada pertanian, tetapi juga membangun ekosistem pendukung seperti irigasi, energi, hingga industri biodiesel.

Dengan skala besar tersebut, pemerintah menegaskan bahwa konektivitas dan keberlanjutan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dari Papua Selatan.

Baca Juga: Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar

Load More