- PBB mengecam tindakan militer Israel yang menyergap konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
- Juru bicara PBB menuntut jaminan keselamatan bagi ratusan aktivis yang ditahan paksa dalam operasi militer tersebut.
- PBB menyatakan insiden itu melanggar hukum internasional dan mendesak Israel mengakhiri pembatasan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam tindakan militer Israel yang menyergap dan mencegat konvoi kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib ratusan aktivis lintas negara yang ditahan secara paksa dalam operasi tersebut.
PBB menilai aksi pencegatan bersenjata di laut lepas itu tidak mengindahkan hukum internasional dan berpotensi memperburuk penderitaan warga sipil di Jalur Gaza.
PBB Soroti Keselamatan Aktivis Global Sumud Flotilla
Dalam konferensi pers resmi di New York, Stephane Dujarric menegaskan keselamatan seluruh relawan di atas armada kemanusiaan harus dijamin sepenuhnya.
“Kami sangat prihatin atas keselamatan semua orang di kapal. Mereka harus dilindungi, dan mereka harus dipastikan tetap aman,” kata Dujarric kepada awak media.
Ia juga menegaskan bahwa hukum internasional di laut lepas wajib dipatuhi oleh seluruh pihak.
“Hukum internasional di laut lepas harus dipatuhi,” ujarnya.
Penangkapan para aktivis di kapal sipil tersebut memicu gelombang kecaman internasional karena dinilai melanggar hak asasi manusia dan kebebasan navigasi maritim.
Baca Juga: 'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
PBB Pertanyakan Kepatuhan Israel terhadap Hukum Internasional
Saat ditanya mengenai sikap resmi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Dujarric menyebut pihaknya masih melakukan peninjauan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Meski demikian, ia memberi sinyal kuat bahwa operasi militer Israel di perairan internasional dinilai tidak sepenuhnya mematuhi hukum internasional.
“Hal tersebut tampaknya tidak dilakukan dengan mengindahkan hukum internasional secara penuh,” ujar Dujarric.
Selain menyoroti penangkapan armada kemanusiaan, PBB juga mendesak Israel menghentikan berbagai pembatasan terhadap distribusi bantuan ke Jalur Gaza.
Menurut Dujarric, jalur darat resmi tetap menjadi cara paling efektif untuk mempercepat masuknya bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza.
Berita Terkait
-
Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat
-
Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla
-
Solidaritas untuk Jurnalis dan WNI yang Ditahan Israel Menggema di Bandung
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet
-
Banggar Tagih Profil Utang Pemerintah, Purbaya Janji Serahkan Dalam 10 Hari
-
Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Bernostalgia Lewat Lima Warna Musik