News / Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:13 WIB
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Aria Bima (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memuji peran PDIP sebagai penyeimbang demokrasi dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
  • Aria Bima menegaskan PDIP memilih posisi sebagai mitra strategis untuk mengawal pemerintahan secara kritis sesuai ideologi Pancasila.
  • PDIP berkomitmen mendukung kebijakan pro-rakyat namun tetap bersikap kritis dan argumentatif terhadap kebijakan pemerintah yang menyimpang dari konstitusi.

"Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita," kata Prabowo.

Prabowo pun berseloroh mengenai perasaannya saat menerima kritik tajam dari para kader partai berlambang banteng tersebut. Meski terasa pedas, ia mengaku kritik tersebut justru menyelamatkan jalannya pemerintahan.

"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita, Saudara-saudara sekalian," tuturnya.

Dalam suasana yang riuh dengan tawa anggota dewan, Prabowo juga menceritakan bagaimana ia menginstruksikan para menterinya untuk tidak diskriminatif dalam urusan tender atau proyek pembangunan, meskipun pihak yang terlibat berafiliasi dengan PDI-P.

"Kalau di pemerintah kan banyak fasilitas tapi tanya saya selalu mengatakan menteri menteri minta petunjuk pak ini bagaimana ada pryek ada tender tapi di belakangnya PDIP," kata Prabowo disambut riuh tawa anggota dewan yang hadir.

"Tapi kalau jawaban saya tidak ada masalah kalau dia menang menang aja jangan kita lihat latar belakangnya bener?," sambung Prabowo.

Sikap objektif ini, menurut Prabowo, ia pelajari dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mengenang kebaikan Megawati yang pernah membantunya saat ia sedang tidak memiliki jabatan atau kekuasaan.

"Tenang aja karena waktu saya ngak berkuasa waktu saya ngak berkuasa ibu megajuga bantu saya di bidang ekonomi. Enggak saya mau terbuka saya ngak berkuasa wkatu itu alias lontang lantung lah. Ibu megawati Soekarnoputri putri interfensi mengatakan kalau memang prabowo yang menang tender itu jangan diganggu diteruskan," kenang Prabowo sambil menunjukkan gestur mengatupkan kedua tangan ke arah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Baca Juga: Prabowo Persilakan DPR hingga Kepala Daerah Cek Dapur MBG: Temuan Penyimpangan Langsung Ditindak

Load More