News / Internasional
Kamis, 21 Mei 2026 | 08:08 WIB
Penahanan tidak manusiawi terhadap aktivis kapal bantuan Gaza memicu kecaman global dan memecah kabinet Israel. (GSF)
Baca 10 detik
  • Penahanan aktivis kemanusiaan Gaza memicu kecaman global setelah video perlakuan tidak manusiawi beredar.

  • Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menlu Gideon Saar mengecam tindakan arogan Menteri Ben Gvir.

  • Sebanyak 430 relawan internasional ditahan paksa dan dipindahkan ke penjara isolasi Ketziot.

Pemerintah Israel sendiri berjanji akan membuka akses bagi para tahanan kemanusiaan tersebut. Mereka menyatakan seluruh relawan akan diizinkan menemui perwakilan konsuler negara masing-masing setibanya di pelabuhan tujuan.

Insiden memilukan ini bermula ketika pasukan angkatan laut Israel mencegat armada kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Penghadangan militer tersebut memicu protes keras dari negara-negara asal para relawan lintas negara.

Penghadangan dan penangkapan aktivis di perairan internasional seolah menjadi pola berulang dalam blokade Gaza. Pada aksi-aksi sebelumnya, para relawan kemanusiaan yang kapalnya dicegat selalu berakhir dengan penahanan dan deportasi paksa.

Kasus terbaru ini menjadi sorotan tajam karena keterlibatan langsung pejabat tinggi yang memamerkan penyiksaan sebagai konten propaganda. Akibatnya, fokus dunia kini beralih dari isu pemblokiran bantuan menjadi isu pelanggaran hak asasi manusia.

Load More