-
Aktivis Global Sumud Flotilla mengalami penyiksaan berupa sengatan listrik dan kekerasan fisik di tahanan Israel.
-
Lembaga Adalah menuduh otoritas Israel menjalankan kebijakan kriminal dan penghinaan terhadap relawan kemanusiaan internasional.
-
Armada bantuan kemanusiaan tersebut dicegat di perairan internasional saat mencoba menembus blokade Gaza.
Suara.com - Aktivis kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla mengalami penyiksaan berat selama berada di bawah penahanan otoritas Israel.
Lembaga hak asasi manusia Israel, Adalah, berhasil mendokumentasikan berbagai bukti kekerasan fisik dan psikologis yang menimpa para relawan tersebut.
Dikutip dari Anadolu, tindakan tidak manusiawi ini memicu gelombang kecaman internasional karena menargetkan misi bantuan sipil untuk warga Gaza.
Sedikitnya tiga aktivis dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita cedera yang sangat serius.
Puluhan peserta aksi lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat penganiayaan berulang.
Tim hukum Adalah mengonfirmasi adanya kesaksian yang konsisten mengenai penggunaan alat sengatan listrik terhadap para tahanan.
Para relawan kemanusiaan tersebut dipaksa bertahan dalam posisi tubuh yang menyakitkan serta merendahkan martabat manusia.
Saat dipindahkan menuju Pelabuhan Ashdod, mereka dipaksa berjalan membungkuk penuh dan berlutut dalam durasi yang sangat lama.
Kesaksian lain mengungkap tindakan diskriminatif sipir Israel yang mencopot paksa jilbab sejumlah aktivis perempuan di armada.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis diborgol dengan wajah menghadap lantai.
Sikap arogan tersebut memperkuat bukti adanya kebijakan kriminal berupa penyiksaan sistematis yang dijalankan secara terbuka oleh Israel.
Hingga saat ini, akses informasi mengenai lokasi, status hukum, dan kondisi riil para tahanan masih dibatasi ketat.
Global Sumud Flotilla bertolak dari distrik Marmaris, Turki, sebagai upaya menembus blokade ketat Israel di Jalur Gaza.
Namun, militer Israel mencegat kapal pembawa bantuan kemanusiaan ini saat masih berada di wilayah perairan internasional.
Pencegatan brutal ini bukan yang pertama, setelah sebelumnya konvoi 345 peserta dari 39 negara juga diserang di perairan Kreta.
Blokade sepihak yang diterapkan Israel sejak 2007 kini telah menjerumuskan 2,4 juta penduduk Gaza ke jurang kelaparan.
Situasi kian memburuk setelah agresi militer sejak Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 72.000 jiwa warga Palestina.
Konvoi kemanusiaan internasional terus bergerak menghadapi risiko tinggi demi menyalurkan bantuan logistik ke wilayah konflik tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif