News / Internasional
Kamis, 21 Mei 2026 | 17:49 WIB
Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)
Baca 10 detik
  • Seluruh delegasi misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sempat ditahan Israel telah resmi dibebaskan pada Kamis, 21 Mei 2026.
  • Para aktivis dan jurnalis kini sedang menjalani proses deportasi melalui Bandara Ramon menuju Istanbul, Turki, untuk segera pulang.
  • Tim hukum Adalah terus memantau ketat proses pemulangan agar seluruh relawan, termasuk warga negara Indonesia, dapat kembali dengan aman.

Suara.com - Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Harfin Naqsyabandy menyatakan seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan Israel telah dibebaskan.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan konfirmasi resmi dari tim hukum Adalah dan sumber diplomatik internasional.

“Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel,” kata Harfin dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Harfin, saat ini para delegasi sedang menjalani proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki.

“Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turki,” ujarnya.

Ia mengatakan tim hukum Adalah masih terus memantau proses pemulangan seluruh aktivis kemanusiaan, termasuk warga negara Indonesia (WNI), agar dapat keluar dari wilayah Israel tanpa hambatan tambahan.

“Tim hukum Adalah terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa penundaan tambahan,” tutur Harfin.

Sebelumnya, kapal yang membawa delegasi Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition dicegat aparat Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Sejumlah aktivis dan relawan dari berbagai negara sempat ditahan, termasuk beberapa warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi solidaritas dan peliputan kemanusiaan, di antaranya jurnalis dari Tempo dan Republika.

Baca Juga: Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

Load More