- Pemerintah Malaysia menuntut platform TikTok pada 21 Mei 2026 karena kegagalan moderasi konten menghina institusi monarki negara tersebut.
- Konten bermasalah meliputi video AI dan gambar manipulatif yang dianggap mengancam ketertiban umum serta keharmonisan nasional Malaysia.
- Pemerintah mendesak TikTok segera memperkuat sistem moderasi dan memberikan penjelasan resmi terkait penyebaran konten sensitif yang melanggar hukum.
Suara.com - Pemerintah Malaysia melalui regulator komunikasinya melayangkan tuntutan hukum terhadap platform media sosial TikTok pada Kamis (21/5/2026).
Langkah ini diambil karena platform tersebut dinilai gagal mengendalikan penyebaran konten yang dianggap menghina dan memfitnah institusi monarki Malaysia.
Menurut laporan Reuters, gugatan tersebut berkaitan dengan beredarnya sejumlah konten dari akun yang diklaim terhubung dengan Raja Malaysia, Sultan Ibrahim.
Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyebut materi yang beredar mengandung unsur yang 'sangat menyinggung, salah, mengancam, dan menghina'.
MCMC juga menyoroti adanya penggunaan video berbasis kecerdasan buatan (AI) dan gambar manipulatif yang dinilai berpotensi melanggar hukum di Malaysia.
Dalam pernyataannya, regulator tersebut menegaskan pihaknya memandang serius penyalahgunaan platform digital untuk menyebarkan konten sensitif, terutama yang berkaitan dengan institusi kerajaan Malaysia.
"Masalah-masalah tersebut termasuk dalam konteks yang lebih luas yaitu isu ras, agama, dan kerajaan, yang sangat sensitif, merusak ketertiban umum, keharmonisan nasional, dan penghormatan terhadap lembaga konstitusional," demikian pernyataan MCMC.
Regulator Malaysia mengungkapkan pihaknya sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan TikTok terkait konten tersebut.
Namun, respons moderasi dari platform milik perusahaan China, ByteDance, dinilai belum memadai, terutama dalam penghapusan cepat dan pencegahan penyebaran ulang konten yang dianggap berbahaya.
Baca Juga: 1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal
Melalui tuntutan hukum itu, TikTok diminta segera mengambil langkah perbaikan, termasuk memperkuat sistem moderasi konten dan memastikan penegakan aturan yang lebih efektif terhadap materi yang melanggar hukum Malaysia.
Selain itu, perusahaan juga diminta memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kegagalan moderasi yang menjadi sorotan pemerintah Malaysia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia memang meningkatkan pengawasan terhadap platform media sosial menyusul meningkatnya penyebaran konten daring yang dianggap berbahaya.
Pemerintah Malaysia juga tengah menyiapkan kebijakan verifikasi usia pengguna untuk membatasi akses media sosial bagi anak di bawah umur.
Berita Terkait
-
Prabowo: kalau Malaysia Bisa Bikin Izin dalam 2 Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!
-
Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia
-
Operasi Pencarian Kapal Migran WNI yang Tenggelam di Malaysia Resmi Dihentikan
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Konser di Titik Nol Jogja, Ratusan Anak Muda Serukan Kebebasan Bersuara
-
Ingat Poster Demo Era 98, Haris Rusly Moti Minta Prabowo Lebih Progresif Berantas Korupsi
-
Putri Ahmad Bahar Polisikan Hercules Terkait Penculikan hingga Teror Senjata Api
-
Siap-siap! Haji Doni Bocorkan Rencana Jual Hewan Kurban Unta di Indonesia, Berapa Harganya?
-
Beli Hewan Kurban di Depok Dilayani SPG ala Pramugari, Pembelinya Ada yang dari Luar Negeri
-
Tentara Israel Siksa WNI Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Pistol Ditembakkan Dua Kali, Putri Ahmad Bahar Ungkap Malam Mencekam di Markas GRIB Jaya
-
Puan Maharani Minta Prabowo Gunakan Semua Celah Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel
-
Delegasi Global Sumud Flotilla Dibebaskan dari Penjara Israel, Kini Dipulangkan ke Turki
-
Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel