News / Nasional
Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:15 WIB
Warga Pulomerak, Kota Cilegon bersama Tim Wasev Mabes AD, dan Wali Kota Cilegon, Robinsar di depan rumah program RTLH TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Kodim 0623/Cilegon melaksanakan program TMMD ke-128 di Kelurahan Mekarsari, Kota Cilegon, pada 22 April hingga 21 Mei 2026.
  • Program ini membangun infrastruktur jalan, akses air bersih, sanitasi, serta merenovasi 11 rumah tidak layak huni bagi warga.
  • Kegiatan mencakup pembangunan fisik dan non-fisik melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, serta sektor swasta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suara.com - Ketika fajar menyapa selat, riak gelombang berbisik tentang sebuah kepasrahan, namun di balik bukit-bukit batu Mekarsari ada jemari kokoh yang datang menganyam kembali harapan-harapan yang nyaris gugur terbawa angin.

Kelurahan Mekarsari berdiri kokoh di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Posisinya sangat strategis, tepat bersandar di dekat kawasan lintas Pelabuhan Merak yang menjadi urat nadi penghubung Pulau Jawa dan Sumatra.

Namun, di balik megahnya industri maritim dan lalu lalang kapal feri, sebagian warga masih menyimpan cerita tentang keterbatasan infrastruktur.

Sektor swasta dan buruh pelabuhan memang mendominasi mata pencaharian, tetapi akses geografis kerap membelenggu gerak ekonomi mereka.

Sejak tanggal 22 April hingga 21 Mei 2026, kesunyian wilayah ini pecah oleh deru langkah kaki para prajurit TNI.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0623/Cilegon resmi hadir membawa angin perubahan segar.

Mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program ini dirancang sebagai akselerator kesejahteraan.

Fokusnya adalah mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur pada wilayah yang selama ini terisolasi.

Sinergi Nyata di Pintu Gerbang Maritim

Baca Juga: Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih Usai TMMD di Cilegon: Jaga Hasil Pembangunan

Dari kiri: Wali Kota Cielgon, Robinsar, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf. Imam Buchori dan Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Banten, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto saat pembukaan TMMD ke-128 di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, 22 April 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]

Kehadiran tentara di tengah pemukiman disambut hangat oleh jajaran pemerintahan daerah. Walikota Cilegon, Robinsar menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui tangan kemanusiaan TNI.

"Kami mengapresiasi Korem dan Kodim yang telah melaksanakan TMMD tahun ini. Penyelenggaraan TMMD ini juga langkah konkret, langkah pasti, langkah nyata TNI hadir, TNI Manunggal bersama masyarakat kami dari Pemkot Cilegon siap berkolaborasi dan siap mensuport," kata Robinsar dengan penuh optimisme.

Kolaborasi ini melahirkan target sasaran fisik yang masif untuk membuka keterisolasian daerah. Poin utama sasaran fisik tersebut adalah pembukaan badan jalan baru sepanjang 2.800 meter dengan lebar 6 meter.

Tidak hanya membuka jalan baru, Satgas TMMD juga melakukan pengerasan badan jalan sepanjang 1.800 meter dengan lebar 6 meter.

Infrastruktur transportasi ini disempurnakan dengan pembuatan saluran air sepanjang 80 meter guna mencegah abrasi tanah.

Sebab, jalan adalah urat nadi kehidupan yang mengalirkan kesejahteraan dari kota hingga ke pucuk bukit.

Dengan jalan yang memadai, mobilitas warga untuk bekerja ke pelabuhan dan kawasan industri kini menjadi jauh lebih mudah.

Membasuh Dahaga, Menegakkan Tiang Rumah

Satgs TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon sedang melakukan pengerjaan sasaran fisik di Kecamatan Pulomerok, Kota Cilegon. [Hairul Alwan/Suara.com]

Seperti air bersih yang mengalir dari dada bumi menembus batu cadas, begitulah ketulusan mengalir tanpa suara, membasuh luka-luka kemiskinan hingga menjelma senyum di ujung petang.

Masalah mendasar warga Mekarsari bukan sekadar jalan, melainkan juga akses sanitasi dan air bersih yang layak.

Melalui Program Unggulan TNI AD, diletakkan fondasi-fondasi sosial yang menyentuh langsung jantung kehidupan rumah tangga masyarakat.

Sebanyak 10 unit sumur bor dan sistem pipanisasi dibangun secara gotong royong untuk mengatasi krisis air bersih menahun.

Fasilitas ini menjadi penyelamat bagi warga kurang mampu yang selama ini kesulitan mendapatkan air higienis.

Ibu Surtini (65 tahun), warga Lingkungan Kubang Lesung Kulon, menjadi salah satu lansia yang mencicipi langsung berkah air bersih ini.

Selain itu, program unggulan ini juga berhasil mendirikan 5 unit MCK sehat untuk mematangkan pola hidup bersih.

"Fasilitas MCK menjadi kebutuhan mendasar yang selama ini sulit dipenuhi secara mandiri," ungkap Rusyanto, seorang warga penerima manfaat dengan wajah berbinar.

Kini, mereka tidak perlu lagi berjalan jauh hanya untuk urusan sanitasi harian.

Taji TMMD ke-128 semakin terasa lewat bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 11 unit.

Kebahagiaan mendalam ini dirasakan langsung oleh Ibu Asiah dan Ibu Sariah yang rumahnya terpilih untuk direnovasi total.

Air mata mereka menetes, melakukan sujud syukur di atas lantai keramik baru yang kini mengilap bersih.

Rumah yang dulunya lapuk dan roboh, kini berdiri kokoh dengan balutan cat cerah serta dilengkapi bantuan sembako.

Memahat Jiwa Lewat Edukasi

Dansatgas TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, S.H., M.I.P.,saat memberi kuliah umum, di Fakultas Tehnik Untirta

Dansatgas TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, menegaskan pentingnya keseimbangan pembangunan.

Baginya, menyembuhkan fisik desa harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter manusianya.

“TMMD ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti jalan dan rumah, tetapi juga kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kepada masyarakat,” terang Letkol Inf Imam Buchori di lokasi kerja.

Sasaran non-fisik digulirkan secara terstruktur melalui 12 program penyuluhan dan sosial yang variatif.

Program tersebut meliputi Penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB Kesehatan, Bahaya Narkoba, Kamtibmas, hingga Penyuluhan Keagamaan.

Program Penyuluhan Kesehatan TMMD ke-128 bersama Warga Pulomerak, Kota Cilegon. [Hairul Alwan/Suara.com]

Aspek kesejahteraan sosial juga diperkuat lewat Posyandu dan Posbindu PTM, Sosialisasi Han Pangan, Penyuluhan Pendidikan, serta Kesehatan.

Layanan langsung seperti donor darah, pembuatan akta gratis, dan operasi katarak massal turut memadati agenda harian warga.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, dalam amanat tertulisnya menyampaikan esensi terdalam dari gerakan kemanunggalan ini.

Menurutnya, TMMD adalah ruang kebersamaan yang mempertemukan semua elemen bangsa dalam satu roh gotong royong.

“Melalui program ini, TNI hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah. Keberhasilan tersebut mencerminkan komitmen, semangat gotong royong, serta dedikasi tinggi seluruh personel Satgas TMMD bersama masyarakat,” tegas Mayjen TNI Kosasih.

Warisan Gotong Royong yang Abadi

Dansatgas TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori (tengah) bersama warga penerima manfaat program RTLH dan perwakilan industri. [Hairul Alwan/Suara.com]

Keberhasilan program skala besar ini tidak lepas dari pola kolaborasi lintas sektor yang sangat solid.

Sebanyak 192 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 97 anggota TNI AD, 25 TNI AL, 25 anggota Polres, 25 pegawai Pemda, dan 20 warga lokal.

Untuk program RTLH, Kodim 0623/Cilegon menggandeng mitra perusahaan besar seperti PT Indonesia Power, Krakatau Steel Grup (PT KBS, PT KSI, PT KTI), PT Cabot, Perkim Pemkot Cilegon, dan Baznas.

Langkah ini membuktikan kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat sekitar.

Sementara itu, pembangunan sumur bor disokong penuh melalui kolaborasi dengan PT NSI, Bank Mandiri, PT SUJ, PT Cemindo, dan PT Pelindo. Semua bergerak serentak demi satu tujuan yakni, menyejahterakan warga Mekarsari.

Kepala Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke-128, Brigjen TNI Donny Pramono, Kodim 0623 Cilegon Imam Buchori, dan Wali Kota Cilegon Robinsar meninjau pembukaan jalan di Lingkungan Langon, Kelurahan Mekarsari, Kota Cilegon, Selasa 12 Mei 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]

Tim Wasev TMMD ke-128 sekaligus Kadispenad, Brigjen Dony Pramono, mengingatkan agar hasil-hasil ini dijaga dengan baik.

“Mari kita pelihara bersama-sama merawat dan memelihara hasil TMMD agar masa pakai lebih lama guna peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Dalam program TMMD, ujar dia, tujuannya jelas. Dimana dalam melakukan kegiatan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder.

“Apalagi Kota Cilegon banyak sekali dengan industry. Dan ini hasilnya akan diserahkan kepada masyarakat,”tuturnya.

“jadi, dalam TMMD untuk skala prioritas tidak harus selesai saat ini juga. Misalnya akan dilanjutkan pembangunan fisik ditahun depan,”ucapnya.

Ia menambahkan, capaian program TMMD harus diperluas. Dan selaras dengan program unggulan TNI AD. Dan tak lupa tingkatkan kepercayaan public melalui hasil kerja nyata dan berdampak langsung.

Salah satu warga penerima bantuan operasi katarak menujukan matanya kepada Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, Kamis 21 Mei 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]

Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, resmi menutup program ini di Lapangan Pelabuhan Indah Kiat. Ia berpesan agar api gotong royong ini tidak boleh padam pasca-penutupan.

“Saya berharap semangat atau spirit TMMD ini terus hidup dalam kegiatan-kegiatan lainnya. Tidak ada kata tidak bisa apabila seluruh stakeholder memiliki niat untuk bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Danrem dengan tegas.

Ketika tenda-tenda mulai dikemas dan prajurit kembali ke barak, jejak juang mereka telah abadi di sela bebatuan, mengalir bersama air bersih, dan menetap di dalam doa-doa tulus warga Mekarsari yang kini menatap esok dengan binar mata penuh harapan.

Load More