- Diskusi bertajuk Dari Reformasi ke Autokrasi menilai agenda Reformasi 1998 gagal akibat kemunduran demokrasi dan penguatan oligarki.
- Bhima Yudhistira menyebut kondisi ekonomi saat ini sebagai Orde Baru 2.0 yang rentan terhadap krisis finansial nasional.
- Egi Primayogha menyatakan enam tuntutan utama Reformasi 1998 tidak tercapai karena adanya pelemahan lembaga dan praktik korupsi elektoral.
Suara.com - Peringatan 28 tahun Reformasi diwarnai kritik tajam dari kalangan aktivis dan ekonom.
Dalam diskusi bertajuk Dari Reformasi ke Autokrasi, mereka menilai berbagai agenda utama Reformasi 1998 belum tercapai, bahkan menunjukkan gejala kemunduran demokrasi akibat menguatnya oligarki, korupsi, dan pelemahan institusi pengawasan negara.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai reformasi di bidang ekonomi tidak pernah benar-benar terwujud.
Menurutnya, praktik korupsi, kolusi, nepotisme, hingga monopoli sumber daya alam yang menjadi sasaran gerakan reformasi masih terus berlangsung hingga saat ini.
"Satu hal yang paling signifikan adalah reformasi tidak pernah ada. Karena dalam sisi ekonomi; korupsi, kolusi, nepotisme, elite capture, monopoli sumber daya alam, hanya berpindah nama PT-nya," ujar Bhima.
Ia menilai pola penguasaan ekonomi saat ini masih serupa dengan era Orde Baru, hanya dijalankan dengan cara dan skala yang berbeda. Karena itu, Bhima menyebut kondisi sekarang layak disebut sebagai "Orde Baru 2.0".
Apa yang pada Orde Baru dibangun, diulang lagi dalam skala yang jauh lebih brutal, lebih subtle, lebih terlihat, lebih vulgar, dan nggak ada malu-malunya juga. Jadi kalau dibilang ini adalah Orde Baru 2.0 ya tepat.
Bhima juga mengingatkan adanya kemiripan situasi ekonomi saat ini dengan periode menjelang krisis 1997-1998. Ia menyoroti melemahnya kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Jangan bayangkan hari ini itu '98, tapi '96 ke '97. Jadi sudah ada peringatan-peringatan bahwa kebijakan-kebijakannya tidak bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Satu hentakan sedikit lagi kita akan menuju pada fase mengulang lagi kejadian Soeharto '97 dan '98," katanya.
Baca Juga: KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
Selain itu, ia mengkritik sejumlah kebijakan dan lembaga baru yang dinilai mengulang pola kebijakan masa lalu.
"DSDI mengulang kegagalan BPPC Cengkeh," cetusnya.
Senada dengan Bhima, Kepala Divisi Advokasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha menilai enam tuntutan utama Reformasi 1998 saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Keenam tuntutan tersebut meliputi pengadilan terhadap Soeharto, amandemen UUD 1945, penghapusan Dwifungsi ABRI, otonomi daerah, supremasi hukum, dan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
"Enam-enamnya ini semua bermasalah. Paling tidak kita bisa melihat kegagalan itu dari tuntutan tersebut," tutur Egi.
Secara khusus Egi juga menyoroti kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menurutnya telah kehilangan independensi akibat pelemahan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas