- KPK menangani 1.880 kasus korupsi di Indonesia sepanjang tahun 2004 hingga 2026 dengan dominasi pelaku laki-laki sebanyak 1.720 orang.
- Lembaga antirasuah tersebut kini memfokuskan pengawasan ketat pada lima sektor rawan, yakni bisnis, pelayanan publik, SDA, politik, dan hukum.
- Deputi Penindakan KPK menekankan bahwa sinergi dengan pengawasan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mempersempit ruang gerak bagi para pelaku korupsi.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan catatan merah penanganan kasus korupsi di Indonesia selama lebih dari dua dekade terakhir.
Sejak tahun 2004 hingga 2026, lembaga antirasuah ini total telah menangani 1.880 kasus korupsi.
Namun, ada fakta menarik di balik ribuan kasus tersebut, yakni dominasi gender pelaku yang sangat timpang.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku tindak pidana korupsi yang diringkus adalah laki-laki. Dari total 1.880 kasus, sebanyak 1.720 pelakunya adalah pria, sementara sisanya adalah perempuan.
“Dari 1.880 tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK, 1.720-nya pelakunya adalah laki-laki. Sedangkan 160-nya, itu perempuan,” ungkap Asep saat memberikan keterangan di Banten, Kamis (21/5/2026).
Melihat kontrasnya angka tersebut, Asep secara berseloroh menyebutkan bahwa kaum hawa cenderung lebih memiliki integritas dalam melawan godaan korupsi.
Berarti yang antikorupsi itu adalah dari gender perempuan.
5 Sektor Krusial yang Jadi Bidikan KPK
Selain memaparkan data pelaku, Asep juga menjelaskan bahwa saat ini KPK memfokuskan radar pengawasannya pada lima sektor utama yang dinilai paling rawan terjadi praktik lancung.
Baca Juga: KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG
Kelima area tersebut adalah sektor bisnis, pelayanan publik, sumber daya alam (SDA), politik, dan hukum.
Asep mencontohkan beberapa kasus nyata yang sedang dan telah ditangani di sektor-sektor sensitif tersebut.
“Contoh di area pelayanan publik. Nah ini, kasus dugaan pemerasan RPTKA (di Kemenaker),” ujar Asep.
Tak hanya di pusat, gurita korupsi juga menyasar kekayaan alam di daerah.
“Nah, lanjut lagi sekarang yang ke area sumber daya alam, ini kasus di Kalimantan Tengah dan lain-lain. Silakan, lanjut lagi. Ini terkait masalah politik, nah ini penyuapan yang kemudian ini area hukum,” jelasnya lebih lanjut.
Menutup keterangannya, Asep menegaskan bahwa keberhasilan penindakan yang dilakukan KPK tidak semata-mata karena kerja internal lembaga saja. Sinergitas antara KPK dan laporan serta pengawasan dari masyarakat menjadi kunci utama dalam memberantas tikus berdasi.
Ia berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar ruang gerak koruptor semakin sempit. Asep menekankan bahwa peran aktif masyarakat patut mendapatkan apresiasi tinggi dalam perjalanan panjang pemberantasan korupsi di tanah air.
Berita Terkait
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Andrie Yunus Nyaris Buta, Bakal Dikirim ke Profesor India yang Tangani Novel Baswedan
-
KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG
-
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!