- Nayla, mantan staf showroom mobil, kini melayani pelanggan hewan kurban di Mall Hewan Kurban Haji Doni, Depok.
- Ia beradaptasi dengan kondisi kandang yang panas dan berbau menyengat sambil menerapkan standar pelayanan profesional bagi pembeli.
- Selain melayani konsumen, ia mempelajari karakteristik hewan melalui aplikasi digital serta membantu perawatan sapi di lokasi tersebut.
Sebelum bertugas, mereka mengikuti pelatihan khusus untuk mengenali jenis sapi, bobot, hingga harga jual. Menariknya, proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan aplikasi digital.
Kita belajar pakai aplikasi, di situnya ada jenis-jenis sapi, harga sapi, dan bobotnya juga, nanti kita diajarin cara hitungnya.
Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting saat berhadapan dengan pembeli yang ingin mengetahui detail hewan kurban yang akan dipilih.
Jika sebelumnya ia menjelaskan fitur kendaraan kepada konsumen, kini Nayla harus memahami karakteristik sapi serta menghitung estimasi bobot dan harga jualnya.
Melayani Pembeli hingga Memandikan Sapi
Rutinitas kerjanya pun berubah total. Selain melayani pelanggan yang datang silih berganti, Nayla juga sesekali turun langsung merawat sapi ketika suasana sedang lengang.
Mulai dari memberi makan, menyediakan minum, hingga memandikan sapi pernah ia lakukan.
"Aktivitas aku sih biasanya melayani customer aja, cuma kalo misalkan lagi iseng lagi sepi gitu, biasa kita ngasih makan sapi, ngasih minum, bahkan pernah mandiin sapi juga," tuturnya.
Dalam sehari, puluhan pelanggan bisa datang untuk melihat dan memilih hewan kurban. Sebagian hanya bertanya harga, sebagian lainnya datang kembali setelah mempertimbangkan pilihan mereka.
Baca Juga: Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!
"Sekitar 20-an sih ada, puluhan lah (pelanggan). Ada yang cuman nanya-nanya harga dulu, nanti besoknya balik lagi itu juga ada," kata Nayla.
Tantangan
Di antara berbagai tugas yang dijalani, Nayla mengaku proses negosiasi menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit pelanggan yang berusaha menawar harga serendah mungkin.
Sebagai petugas yang berada di garis depan pelayanan, ia harus menjembatani keinginan pembeli tanpa keluar dari ketentuan harga yang sudah ditetapkan.
"Paling tarik ulur pelanggan sih, biasanya kan pelanggan suka nego, nah itu kita agak susah tuh di situ nya, negosiasi," ungkapnya.
Namun di balik berbagai tantangan itu, ada pengalaman-pengalaman kecil yang justru membuat pekerjaannya terasa menyenangkan.
Salah satunya terjadi ketika ia sedang memberi makan sapi. Saat sedang fokus bekerja, seekor sapi tiba-tiba menjilatnya.
Momen tak terduga itu membuat Nayla kaget sekaligus tertawa.
"Pengalaman unik sih aku pernah dijilat sapi ya pas lagi ngasih makan tiba-tiba dijilat gitu, kaget sih itu pertama kali," katanya.
Wajah Baru di Pasar Kurban
Bagi Nayla, pekerjaan ini bukan sekadar soal mencari penghasilan menjelang Iduladha. Ada pengalaman baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya: beradaptasi dari dunia kendaraan mewah ke lingkungan peternakan yang penuh tantangan.
Di tengah aroma kandang yang menyengat dan suara lenguhan sapi yang tak pernah berhenti, ia tetap menjalankan tugasnya melayani pelanggan dengan standar pelayanan yang sama seperti saat bekerja di showroom.
Hingga musim kurban berakhir, Nayla akan terus menyambut para pembeli yang datang mencari hewan terbaik.
Dan dari tempat yang tak biasa itu, ia membawa pulang cerita-cerita baru—tentang panasnya kandang, kerasnya negosiasi, hingga pengalaman pertama dijilat sapi yang tak akan mudah dilupakan.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif