News / Metropolitan
Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:47 WIB
Lalu Hadrian Irfani (Dok. DPR)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengecam kasus kekerasan seksual oleh dosen di UPN Veteran Yogyakarta.
  • Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di rektorat pada Jumat, 22 Mei 2026, menuntut penuntasan kasus tersebut secara transparan.
  • DPR mendesak Kemendiktisaintek mengawal investigasi serta menuntut kampus memberikan perlindungan penuh bagi korban kekerasan seksual agar keadilan terwujud.

Lalu memberikan peringatan keras mengenai adanya ketimpangan relasi kuasa yang kerap terjadi antara dosen dan mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa posisi akademik tidak boleh dijadikan alat untuk melakukan kejahatan.

"Jangan sampai ada relasi kuasa dalam dunia pendidikan yang menjadi tameng bagi perilaku kekerasan," pungkasnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa menggeruduk rektorat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sebagai tindak lanjut atas dugaan kasus kekerasan seksual yang melibatkan sejumlah dosen.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, ratusan mahasiswa sudah memadati gedung rektorat sejak siang. Mereka membawa sejumlah poster dan banner berisi kekecewaan terhadap kampus.

Massa aksi ditemui langsung oleh jajaran rektorat, termasuk Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Moh Irhas Effendi.

Perwakilan mahasiswa sekaligus Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Risyad Hanafi, mendesak pihak kampus segera menuntaskan dugaan kasus kekerasan seksual yang menyeret sejumlah dosen tersebut.

Mahasiswa bahkan memberikan tenggat waktu tiga hari kepada rektorat untuk menunjukkan komitmen penanganan kasus tersebut.

Risyad mengatakan gelombang protes mahasiswa bermula dari mencuatnya dugaan kasus kekerasan seksual oleh dosen Fakultas Pertanian Prodi Agroteknologi yang viral di media sosial.

Baca Juga: Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Load More