- Presiden Prabowo Subianto meninjau panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
- Hasil panen udang mencapai 40 ton per hektare dengan nilai jual tinggi yang mampu menyerap 650 tenaga kerja lokal.
- Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan proyek produktif di berbagai daerah untuk menambah nilai ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026) untuk mengecek area tambang udang. Dia terlihat memakai kemeja safari coklat dan topi warna biru.
Selama di area tambak, Prabowo turut menyapa sejumlah penambak udang. Bahkan, dia juga ikut menarik jaring atau jala untuk menangkap udang yang ditebar di lokasi.
Prabowo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan terlihat membantu penambak menjaring ikan.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut panen raya udang kali ini merupakan hasil panen yang sangat tinggi dan menjanjikan.
“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan empat puluh ton. Luar biasa empat puluh ton ya. Berarti, dan harganya sangat bagus,” kata Prabowo dikutip dari siaran yang ditayangkan Sekretariat Presiden melalui akun YouTube, Sabtu (23/5/2026).
Dia menyebut harga hasil panen udang ini ialah Rp 70 ribu per kilo. Artinya. Prabowo menegaskan harga yang bisa didapatkan ialah Rp 70 juta per ton.
“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap. Berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh. Enam ratus lima puluh. Lokal orang lokal semua. Orang setempat enam ratus lima puluh orang bekerja,” tutur Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan pembangunan tambak udang lainnya di berbagai daerah. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah siap membangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein bagi rakyat.
“Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah. Saya kasih petunjuk ke Kabinet yang boleh kita dukung. Yang harus kita dukung. Yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif,” papar Prabowo.
Baca Juga: Ekonomi Pancasila Prabowo, Kemandirian Bangsa atau Monopoli?
“Kedua, menghasilkan nilai tambah. Menambah kekayaan bangsa Indonesia. Menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tambah dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Kasus Eksploitasi Anak 'Tenda Biru' Bukan Dipicu Postingan Viral WN Jepang
-
Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 25 Hektare, Api Masih Menyala
-
Usai Hadiri Pemakaman Khamenei, Delegasi Indonesia Dijadwalkan Bertemu Pejabat Iran
-
Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu
-
Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar, Tim Jibom Turun Tangan
-
Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan
-
Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak
-
Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN Signature Berisi Tumpukan Dolar AS-SGD, Nilainya Fantastis!
-
Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
-
Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri