- Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah menangkap dua pelaku tambahan terkait penyerangan anggota Polres Katingan, sehingga total tersangka menjadi lima orang.
- Penyerangan terjadi saat operasi narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari dan menewaskan tiga anggota Polri.
- Kepolisian terus memburu pelaku lainnya yang terlibat dalam insiden tersebut untuk menjalani proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Suara.com - Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah kembali menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Polres Katingan saat operasi penindakan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. Dengan penangkapan ini, total lima terduga pelaku telah diamankan.
Kapolres Katingan Ajun Komisaris Besar Polisi Dodik Hartono mengatakan dua pria berinisial Y dan L ditangkap pada Rabu pagi di wilayah Kabupaten Katingan.
"Dua pria berinisial Y dan L berhasil diamankan pagi tadi di wilayah Kabupaten Katingan," kata Dodik saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Rabu.
Kedua terduga pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam insiden yang menewaskan tiga anggota Polri. Penyidik juga terus mengembangkan kasus tersebut guna mengidentifikasi kemungkinan adanya pelaku lain.
"Saat ini keduanya masih dimintai keterangan dan pemeriksaan masih dalam rangka pengembangan perkara," ucapnya.
Menurut Dodik, tim gabungan masih memburu sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. Aparat memastikan proses penegakan hukum akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil ditangkap.
"Sampai saat ini sudah lima terduga pelaku yang berhasil diamankan. Terduga lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan dan pengembangan akan terus dilakukan," ujarnya.
Sebelumnya, polisi telah lebih dulu menangkap tiga terduga pelaku berinisial Saldy, Robi, dan N. Penangkapan Y dan L menambah jumlah tersangka yang kini menjalani proses hukum menjadi lima orang.
Peristiwa penyerangan terjadi saat personel Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari. Operasi tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diterima sehari sebelumnya mengenai dugaan peredaran sabu-sabu di wilayah tersebut.
Baca Juga: Bukan Tenggelam! Bercak Darah Buktikan 3 Polisi Katingan Dihabisi Sebelum Dibuang ke Sungai
Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang disebut sebagai residivis kasus narkotika. Saat petugas melakukan penangkapan, mereka mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam. Meski telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga petugas melakukan tindakan terukur untuk melindungi keselamatan personel.
Situasi kemudian memburuk ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut menyerang aparat menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya. Dalam proses penyelamatan, sembilan personel berhasil dievakuasi, sementara tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.
"Kami akan terus mengembangkan perkara ini hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Dodik.
Berita Terkait
-
Bukan Tenggelam! Bercak Darah Buktikan 3 Polisi Katingan Dihabisi Sebelum Dibuang ke Sungai
-
Survei IndexMundi Sebut Polri Korup, Boni Hargens Ungkap Kelemahan Metodologi dan Bias Data
-
Bukan Cuma Oligarki, Hafid Abbas Ungkap 2 Pihak Lain yang Jadi Sumber Malapetaka Bangsa
-
Jangan Cuma Pelaku Lapangan! Mabes Polri Harus Bongkar Otak Sindikat Narkoba di Katingan
-
Tiga Pembantai Polisi di Katingan Diciduk! Serang Petugas Pakai Parang Saat Gerebek Narkoba
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ekonomi RI Naik Kelas, Riset DBS Ungkap Peluang Sustainability Shift di 5 Sektor Strategis
-
Sentuh Hati Jutaan Orang, Kreator Asal Aceh Zia Maulidin Raih 2,2 Miliar Likes Lewat Konten Healing
-
Mau Sepatu ASICS? Nasabah BRI Bisa Dapat Diskon Kilat Rp300 Ribu, Begini Caranya
-
2,578.0 km: Saat Semesta Mengalahkan Itinerary Manusia Lewat Cinta Baru
-
Ditegur Tak Gubris, Dua WNA Diduga Berbuat Asusila di Pekarangan Rumah Warga di Bali
-
Maulid Nabi Tanggal Berapa? Ini Jadwal 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri
-
Ciri-Ciri Makhluk Hidup yang Perlu Diketahui, Lengkap dengan Penjelasannya
-
Tabrakan Beruntun di Tol Dalam Kota Dekat GT Senayan, Dua Orang Luka
-
Tone Deaf Bukan Sekadar Label: Politik Punya Andil Besar dalam Hidup Kita
-
Cara Membersihkan Pori Tersumbat akibat Makeup, Ikuti 10 Tips Ini