News / Nasional
Rabu, 08 Juli 2026 | 20:04 WIB
Ilustrasi Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar. [ANTARA FOTO/Ario Tanoto].
Baca 10 detik
  • Kebakaran lahan gambut seluas 25 hektare terjadi di Seuneubok Pusaka, Aceh Selatan, selama tiga hari berturut-turut.
  • Tim gabungan Manggala Agni, BKSDA Aceh, dan perusahaan perkebunan dikerahkan untuk memadamkan api di permukaan serta bawah tanah.
  • Proses pemadaman menghadapi tantangan berupa medan sulit dan akses perjalanan panjang menuju lokasi kebakaran tersebut.

Suara.com - Kebakaran lahan di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, terus meluas hingga memasuki hari ketiga. Luas area terdampak kini mencapai 25 hektare, bertambah lima hektare dibandingkan saat awal kejadian.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan perkembangan luas kebakaran terus dipantau setiap hari.

"Hingga hari ketiga kebakaran, luas lahan yang terbakar meluas. Luas lahan terbakar hari pertama sekitar 20 hektare, kemudian meluas menjadi 23 hektare pada hari kedua. Hari ini, hari ketiga, lahan yang terbakar meluas dua hektare, sehingga total lahan terbakar mencapai 25 hektare," katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu.

Untuk mengendalikan kebakaran, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera telah mengerahkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit ke lokasi. Satu regu tambahan juga disiagakan apabila diperlukan untuk memperkuat upaya pemadaman.

Selain personel Manggala Agni, proses pemadaman turut melibatkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan karyawan perusahaan perkebunan yang berada di sekitar lokasi.

Ferdian menjelaskan lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dengan fungsi hak guna usaha (HGU) yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi. Api membakar lapisan permukaan hingga bawah tanah, sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

"Lahan yang terbakar tersebut merupakan kawasan gambut dengan fungsi hak guna usaha yang berbatasan dengan kawasan konservasi. Sedangkan tipe kebakaran di permukaan dan bawah lahan. Vegetasi lahan terdiri anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, sawit, dan lainnya," katanya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca selama operasi pemadaman pada hari kedua relatif mendukung karena cerah sejak pagi hingga sore. Kecepatan angin tercatat mencapai sembilan kilometer per jam, sementara sumber air diperoleh dari saluran yang berada di sekitar lokasi.

Meski demikian, medan menuju titik kebakaran masih menjadi tantangan. Tim membutuhkan waktu sekitar satu jam 20 menit dari Posko CRU Trumon untuk mencapai lokasi.

Baca Juga: Warga Aceh Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang, Satgas PRR: Keselamatan Nomor Satu

"Akses menuju lokasi pemadaman kurang lebih satu jam 20 menit perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon. Kondisi kebakaran saat ini api masih menyala. Tim kembali besok melakukan pemadaman lanjutan," katanya.

Load More