- Amerika Serikat dan Iran tengah mengupayakan finalisasi nota kesepahaman gencatan senjata melalui serangkaian diplomasi intensif melibatkan berbagai pihak internasional.
- Unggahan media sosial provokatif Presiden Donald Trump mengenai peta Iran memicu keraguan publik serta mengancam keberlangsungan proses perundingan damai.
- Pemerintah Iran tetap waspada dan memindahkan kamp latihan tim sepak bola ke Meksiko akibat kurangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat.
Suara.com - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran saat ini sedang berada di titik yang sangat unik sekaligus membingungkan.
Di satu sisi, dunia melihat adanya sinyal kuat menuju perdamaian untuk mengakhiri konflik panjang yang melibatkan Israel dan Iran.
Namun, di sisi lain, gaya komunikasi Presiden Donald Trump di media sosial justru dianggap sebagai ledekan yang bisa merusak meja perundingan.
Kemajuan negosiasi damai, sampai mana?
Kabar terbaru dari Washington menyebutkan bahwa persiapan perundingan perdamaian AS-Iran menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.
Trump sendiri mengklaim bahwa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk gencatan senjata sudah "sebagian besar dinegosiasikan" dan tinggal menunggu finalisasi.
Upaya diplomasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk panggilan telepon dengan pemimpin negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, hingga Turki.
Bahkan, Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, baru saja melakukan kunjungan yang disebut "sangat produktif" ke Teheran untuk menjembatani kesenjangan yang masih ada antara kedua belah pihak, menurut catatan Al-Jazeera.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menyatakan optimisme serupa dengan menyebut bahwa ada progres yang sedang dikerjakan secara terus-menerus.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
Cuitan Trump yang mengherankan
Namun, di tengah suasana diplomasi yang sensitif ini, Trump justru mengunggah konten yang bikin banyak pihak mengernyitkan dahi.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump membagikan foto bendera Amerika Serikat yang menutupi peta Iran secara penuh.
Unggahan tersebut disertai pertanyaan provokatif: "United States of the Middle East?". Tindakan ini dinilai kontradiktif dengan pernyataan pemerintahannya yang mengaku tidak ingin melakukan pendudukan atau perubahan rezim secara paksa di Iran.
Pakar hubungan internasional, Vali Nasr, menyebut tindakan Trump sebagai perilaku yang "aneh" dan bisa menyatukan rakyat Iran dalam pertahanan negara, sekaligus merusak kepercayaan terhadap niat tulus Amerika dalam berdiplomasi.
Iran enggan lengah
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang
-
Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?
-
Sembunyi di Balik Lemari! Polisi Sita Rp67 M dari Cafe de'CLAN yang Diduga Milik Jampidsus Febrie
-
Brankas Berisi Dolar Disita di Cafe de'CLAN, Nama Jampidsus Febrie Adriansyah Ikut Terseret
-
Dari Cafe de'CLAN Signature ke Pacific Place, Polisi Kejar Aliran Duit Korupsi PLTU hingga Asabri!
-
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
-
Kasus Eksploitasi Anak 'Tenda Biru' Bukan Dipicu Postingan Viral WN Jepang