News / Internasional
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB
Donald Trump. [The White House]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran tengah mengupayakan finalisasi nota kesepahaman gencatan senjata melalui serangkaian diplomasi intensif melibatkan berbagai pihak internasional.
  • Unggahan media sosial provokatif Presiden Donald Trump mengenai peta Iran memicu keraguan publik serta mengancam keberlangsungan proses perundingan damai.
  • Pemerintah Iran tetap waspada dan memindahkan kamp latihan tim sepak bola ke Meksiko akibat kurangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat.

Menanggapi sikap AS yang berubah-ubah antara ancaman dan tawaran damai, Teheran memilih untuk tetap bersikap sangat waspada.

Meski mengakui ada progres dalam penyusunan draf 14 poin kesepakatan, pihak Iran menegaskan bahwa perbedaan pandangan yang "dalam dan signifikan" masih tetap ada.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa mereka sedang memfinalisasi draf tersebut namun tetap tidak bisa menaruh kepercayaan penuh pada pihak yang dianggap tidak jujur dalam bernegosiasi.

Iran tetap berangkat ke Piala Dunia 2026, tapi ke Meksiko

Ketidakpercayaan Iran terhadap AS bahkan merembet ke urusan non-politik seperti olahraga. Federasi Sepak Bola Iran secara resmi memindahkan basis latihan tim nasional mereka untuk Piala Dunia 2026 dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko.

Keputusan ini telah disetujui oleh FIFA dan diambil untuk menghindari komplikasi terkait visa serta masalah keamanan bagi delegasi Iran.

Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa meskipun pembicaraan damai terus berjalan di tingkat tinggi, rasa saling curiga dan kewaspadaan antara kedua negara masih sangat kental terasa di lapangan.

Bagi Iran, memindahkan kamp latihan ke perbatasan Meksiko jauh lebih aman daripada mengambil risiko di tanah Amerika yang pemimpinnya masih hobi melempar ledekan di media sosial.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Load More