- Amerika Serikat dan Iran tengah mengupayakan finalisasi nota kesepahaman gencatan senjata melalui serangkaian diplomasi intensif melibatkan berbagai pihak internasional.
- Unggahan media sosial provokatif Presiden Donald Trump mengenai peta Iran memicu keraguan publik serta mengancam keberlangsungan proses perundingan damai.
- Pemerintah Iran tetap waspada dan memindahkan kamp latihan tim sepak bola ke Meksiko akibat kurangnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat.
Menanggapi sikap AS yang berubah-ubah antara ancaman dan tawaran damai, Teheran memilih untuk tetap bersikap sangat waspada.
Meski mengakui ada progres dalam penyusunan draf 14 poin kesepakatan, pihak Iran menegaskan bahwa perbedaan pandangan yang "dalam dan signifikan" masih tetap ada.
Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa mereka sedang memfinalisasi draf tersebut namun tetap tidak bisa menaruh kepercayaan penuh pada pihak yang dianggap tidak jujur dalam bernegosiasi.
Iran tetap berangkat ke Piala Dunia 2026, tapi ke Meksiko
Ketidakpercayaan Iran terhadap AS bahkan merembet ke urusan non-politik seperti olahraga. Federasi Sepak Bola Iran secara resmi memindahkan basis latihan tim nasional mereka untuk Piala Dunia 2026 dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko.
Keputusan ini telah disetujui oleh FIFA dan diambil untuk menghindari komplikasi terkait visa serta masalah keamanan bagi delegasi Iran.
Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa meskipun pembicaraan damai terus berjalan di tingkat tinggi, rasa saling curiga dan kewaspadaan antara kedua negara masih sangat kental terasa di lapangan.
Bagi Iran, memindahkan kamp latihan ke perbatasan Meksiko jauh lebih aman daripada mengambil risiko di tanah Amerika yang pemimpinnya masih hobi melempar ledekan di media sosial.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik