News / Internasional
Minggu, 24 Mei 2026 | 07:43 WIB
Donald Trump (Dok gedung putih)
Baca 10 detik
  • Baku tembak di dekat Gedung Putih menewaskan pelaku dan melukai seorang warga sipil.

  • Presiden Donald Trump berada di dalam gedung dalam kondisi aman saat penembakan terjadi.

  • FBI bersama Secret Service memperketat keamanan Washington pasca-insiden yang mengancam ring satu.

Suara.com - Ancaman keselamatan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali nyata setelah rentetan tembakan brutal mengguncang kawasan ring satu Washington DC.

Aksi nekat pelaku memicu baku tembak sengit yang menewaskan tersangka dan melukai seorang warga sipil di lokasi kejadian.

Dikutip dari CNN, insiden berdarah ini menjadi sinyal runtuhnya perimeter keamanan luar pusat pemerintahan, tepat saat sang presiden berada di dalam gedung.

Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/Liu Jie/am.

Saat peluru mulai berhamburan, Presiden Donald Trump dilaporkan sedang memimpin negosiasi krusial terkait kesepakatan politik dengan Iran.

Beruntung, respons cepat kedeputian keamanan berhasil memastikan sang kepala negara tidak terpengaruh oleh situasi mencekam di luar.

Respons mematikan langsung diambil oleh penembak jitu Secret Service guna melumpuhkan pelaku yang mencoba menerobos wilayah steril tersebut.

Tersangka yang bersimbah peluru sempat dilarikan ke rumah sakit setempat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendapat sambutan megah saat tiba di Beijing, Rabu malam waktu setempat, untuk menghadiri pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping. [Tangkap layar x]

Sayangnya, kekuatan peluru dalam konfrontasi senjata ini juga mengorbankan masyarakat yang berada di sekitar area publik.

"Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan. Masih belum jelas apakah warga sipil tersebut terkena tembakan pertama tersangka atau selama baku tembak berikutnya," kata juru bicara Gedung Putih.

Baca Juga: Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

Kepanikan luar biasa sempat melanda para pelancong dan saksi mata yang sedang menikmati malam di pusat kota Washington.

Suara dentuman yang semula dikira bagian dari hiburan malam seketika berubah menjadi teror mencekam yang memaksa semua orang menyelamatkan diri.

Turis asal Kanada bernama Reid Adrian mengatakan kepada AFP dirinya berada di area tersebut ketika "kami mendengar sekitar 20 hingga 25 suara seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan, dan kemudian semua orang mulai berlari."

Langkah darurat segera diambil dengan menutup total seluruh akses publik dan memblokade jalan menuju istana kepresidenan.

Aparat kepolisian bersama pasukan Garda Nasional langsung dikerahkan untuk menyisir lokasi dan menghalau awak media yang mendekat.

Otoritas keamanan tertinggi kini telah turun tangan guna menyelidiki motif di balik serangan yang mengancam simbol negara ini.

Load More