News / Nasional
Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:44 WIB
Prabowo dalam peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menginstruksikan kepala daerah dan aparat keamanan memperketat pengawasan dapur Program Makan Bergizi Gratis demi mencegah penyimpangan.
  • Aparat harus segera melaporkan segala bentuk penyelewengan atau pemotongan porsi makanan kepada Badan Gizi Nasional atau Presiden secara langsung.
  • Pengawasan ketat ini bertujuan memastikan distribusi nutrisi tepat sasaran untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan generasi masa depan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah dan aparat keamanan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi itu disampaikan menyusul adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

Saat memberikan arahan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, Prabowo meminta gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga aparat terkait melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dapur penyedia MBG.

"Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa," kata Prabowo.

Instruksi serupa juga diberikan kepada jajaran TNI dan Polri, mulai dari komandan distrik militer (Dandim), kepala kepolisian resor (Kapolres), hingga kepala kepolisian sektor (Kapolsek), agar ikut mengawasi pelaksanaan program di lapangan.

Presiden meminta setiap dugaan penyimpangan segera dilaporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) atau langsung kepadanya.

"Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang, ngomong ke TikTok langsung, aku kirim tim untuk selesaikan. Benar? Nggak usah susah-susah," ujarnya.

Prabowo menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi ataupun praktik meminta setoran.

Para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia juga menilai masyarakat kini memiliki peran besar dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah melalui media sosial dan perangkat digital.

"Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget. Tapi memang ya, orang kalau mau nyolong ada saja, ada saja. Gue heran juga itu," katanya.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku

Selain menyoroti pengawasan, Prabowo mengingatkan agar penyedia makanan tidak mengurangi porsi yang telah ditetapkan, termasuk dalam pembagian lauk kepada para penerima manfaat.

"Kalau kita, satu ayam potong delapan atau 10 lah. Paling kecil 12 lah, jangan pula dipotong 18 atau 22. Disangka kita nggak ngerti," katanya.

Presiden juga meminta penyedia menu lebih mengutamakan telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar maupun telur orak-arik agar porsi protein yang diterima anak tetap sesuai.

Menurut Prabowo, kualitas pelaksanaan MBG akan sangat menentukan upaya pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan produktif.

"Dia sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik, dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makan yang nggak bagus, dia nanti tidak maksimal," katanya.

Load More