News / Internasional
Kamis, 28 Mei 2026 | 14:48 WIB
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat menyerang lokasi militer Iran di Bandar Abbas sebagai langkah pertahanan diri dari ancaman drone.
  • Korps Garda Revolusi Islam Iran membalas dengan menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat setelah terjadi serangan tersebut.
  • Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil negosiasi dan membuka peluang operasi militer skala besar di Iran.

Suara.com - Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer AS (Centcom) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai langkah pertahanan diri.

Menurut mereka, lokasi di Bandar Abbas diserang karena diduga bersiap meluncurkan drone kelima ke arah pasukan Amerika.

“Langkah ini terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata,” tulis Centcom dalam pernyataan resminya.

Media Iran melaporkan ledakan terdengar di bagian timur Bandar Abbas sesaat setelah serangan terjadi.

Bandar Abbas sendiri merupakan titik penting di jalur perdagangan energi dunia karena berada di kawasan sempit Selat Hormuz.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]

Tak lama setelah serangan itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan udara milik Amerika Serikat.

Namun, Teheran tidak mengungkap lokasi detail pangkalan yang diserang.

Di saat bersamaan, Kuwait yang menjadi tuan rumah salah satu pangkalan militer AS menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang mencegat ancaman rudal dan drone musuh.

Baca Juga: Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Pemerintah Kuwait tidak menjelaskan asal serangan tersebut.

Iran mengecam tindakan Washington dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan membiarkan aksi permusuhan tanpa balasan.

Ketegangan meningkat setelah AS dua kali menyerang target di Iran dalam tiga hari terakhir.

Sebelumnya, Washington mengaku menghantam situs rudal Iran serta kapal yang diduga hendak memasang ranjau di Selat Hormuz.

Centcom mengatakan operasi sebelumnya dilakukan untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman pasukan Iran.

Load More