News / Internasional
Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB
Pemimpin Arab Saudi dan Qatar saling berpelukan untuk mengakhiri blokade.[Twitter]
Baca 10 detik
  • Donald Trump mendesak negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords.
  • Kesepakatan Abraham Accords bertujuan membangun kawasan Timur Tengah yang bersatu, kuat, serta makmur melalui berbagai kerja sama ekonomi.
  • Upaya normalisasi tersebut menghadapi kendala karena negara terkait tetap menuntut kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama menjalin hubungan diplomatik.

Kesepakatan tersebut juga membuka kerja sama ekonomi baru antara Israel dan negara-negara Arab, termasuk sektor pertanian dan teknologi.

Namun, kesepakatan itu juga menuai kritik.

Sejumlah pengamat menilai normalisasi hubungan dengan Israel justru mengurangi tekanan internasional terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Analis Timur Tengah Khaled Elgindy seperti dilansir dari DW, menyebut Abraham Accords telah melemahkan posisi tawar Palestina dalam konflik dengan Israel.

Menurutnya, langkah itu membuat isu pendirian negara Palestina tidak lagi menjadi syarat utama normalisasi hubungan.

Meski Trump optimistis, peluang negara baru bergabung dalam waktu dekat dinilai masih kecil.

Arab Saudi tetap menegaskan normalisasi hubungan dengan Israel harus disertai kemajuan nyata menuju pembentukan negara Palestina.

Qatar juga diperkirakan sulit bergabung karena selama ini memposisikan diri sebagai mediator netral di kawasan dan dikenal mendukung perjuangan Palestina.

Sementara Iran hampir dipastikan menolak, mengingat permusuhan terhadap Israel menjadi bagian penting dari kebijakan politik Teheran.

Baca Juga: Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara

Load More