- Donald Trump mendesak negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords.
- Kesepakatan Abraham Accords bertujuan membangun kawasan Timur Tengah yang bersatu, kuat, serta makmur melalui berbagai kerja sama ekonomi.
- Upaya normalisasi tersebut menghadapi kendala karena negara terkait tetap menuntut kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama menjalin hubungan diplomatik.
Kesepakatan tersebut juga membuka kerja sama ekonomi baru antara Israel dan negara-negara Arab, termasuk sektor pertanian dan teknologi.
Namun, kesepakatan itu juga menuai kritik.
Sejumlah pengamat menilai normalisasi hubungan dengan Israel justru mengurangi tekanan internasional terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel.
Analis Timur Tengah Khaled Elgindy seperti dilansir dari DW, menyebut Abraham Accords telah melemahkan posisi tawar Palestina dalam konflik dengan Israel.
Menurutnya, langkah itu membuat isu pendirian negara Palestina tidak lagi menjadi syarat utama normalisasi hubungan.
Meski Trump optimistis, peluang negara baru bergabung dalam waktu dekat dinilai masih kecil.
Arab Saudi tetap menegaskan normalisasi hubungan dengan Israel harus disertai kemajuan nyata menuju pembentukan negara Palestina.
Qatar juga diperkirakan sulit bergabung karena selama ini memposisikan diri sebagai mediator netral di kawasan dan dikenal mendukung perjuangan Palestina.
Sementara Iran hampir dipastikan menolak, mengingat permusuhan terhadap Israel menjadi bagian penting dari kebijakan politik Teheran.
Baca Juga: Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara
Berita Terkait
-
Perang AS vs Iran Kembali Meledak! Kuwait Langsung Aktifkan Pertahanan Udara
-
Bandar Abbas Dibombardir, Militer Iran Balas Dendam Serang Dua Pangkalan Udara AS
-
Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri
-
Pramono Anung Minta Ancaman Teror Bom di Srengseng Sawah Didalami, Sekolah Harus Tetap Jalan
-
Tertangkap! Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Warga Sekitar
-
Konflik Polri-Kejagung Memanas, Benny K Harman Desak DPR Gulirkan Hak Angket
-
Tampang Lesu Sopir Angkot Bekasi yang Viral Ngamuk di Jalan Resmi Tersangka, Ini Motifnya
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka, Satgas PKH Tetap 'Ngegas' Amankan Hutan
-
Jeruk Makan Jeruk? Yusril Ingatkan Jaksa Patuhi Aturan di Perkara Febrie Adriansyah
-
Fakta Baru Kasus Little Aresha, Terungkap Bukti Foto Anak Diikat di Daycare Sudah Sejak 2022