- Uganda menutup total perbatasan Kongo guna menghentikan penularan Ebola varian Bundibugyo yang belum memiliki vaksin.
- Kebijakan isolasi ketat 21 hari diterapkan setelah sejumlah tenaga kesehatan Uganda tertular pasien Kongo.
- Pemotongan anggaran bantuan oleh negara Barat memicu kelangkaan alat pelindung diri di episentrum wabah.
Suara.com - Pemerintah Uganda resmi memutus akses perbatasan darat dengan Republik Demokratik Kongo menyusul lonjakan masif kasus Ebola varian langka yang mulai menginfeksi tenaga kesehatan domestik.
Langkah ekstrem ini diambil secara mandiri oleh gugus tugas lokal sebagai barikade darurat, memprioritaskan keselamatan warga di atas protokol diplomatik internasional.
Keputusan sepihak ini secara terang-terangan mengabaikan pedoman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melarang penutupan wilayah antarnegara.
Ketakutan regional kian memuncak karena episentrum penularan dipicu oleh virus Ebola jenis Bundibugyo, varian ganas yang hingga kini belum memiliki vaksin atau obat legal di dunia.
Penularan di dalam negeri terdeteksi setelah sejumlah petugas medis Uganda merawat pasien asal Kongo yang melintasi perbatasan secara ilegal sebelum status darurat diumumkan.
"Mereka memiliki keluarga, sehingga jumlahnya terus meningkat," kata Dr. Diana Atwine selaku pejabat kesehatan Uganda, merujuk pada klaster tenaga medis yang terinfeksi dikutip dari AP, Kamis (28/5/2026).
Kementerian Kesehatan Uganda menegaskan bahwa kebijakan penghentian mobilitas internasional ini bersifat temporer namun wajib dipatuhi secara absolut oleh seluruh pihak.
"Segera berlaku," ujar Dr. Diana Atwine kepada para jurnalis saat menjelaskan sifat mendesak dari penutupan jalur lintas batas tersebut.
Otoritas hanya memberikan pengecualian pelintasan bagi situasi darurat kemanusiaan, logistik bahan pokok, operasi pengamanan, dan pergerakan tim penanggulangan wabah.
Baca Juga: Isu Wabah Ebola, Kongo Tolak Permintaan Isolasi 21 Hari Jelang Piala Dunia 2026
Kendati demikian, setiap individu yang diizinkan masuk dari Kongo wajib menjalani isolasi tanpa toleransi di fasilitas karantina selama 21 hari penuh.
Metode pelacakan kontak erat dan isolasi ketat menjadi satu-satunya senjata andalan untuk memutus rantai demam berdarah mematikan ini.
Virus ini menular melalui cairan tubuh, menempatkan kerabat dekat dan petugas kesehatan di garda depan sebagai kelompok dengan risiko mortalitas tertinggi.
Kondisi di Kongo Timur saat ini berada di ambang kolaps dengan akumulasi kasus suspek mendekati angka 1.000 dan menelan 220 korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Kongo melaporkan 101 kasus terkonfirmasi positif dan tengah memperluas investigasi terhadap lebih dari 3.000 orang kontak potensial.
Di tengah kepungan berita duka, otoritas Kongo mengonfirmasi bahwa satu pasien perdana yang berhasil sembuh dari varian Bundibugyo telah dipulangkan dari pusat perawatan Rwampara.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon
-
9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean
-
Sempat Sulit Dijual, Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen Benny Tjokro Senilai Rp219,7 Miliar
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
-
Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas
-
Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional
-
Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran
-
Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik
-
Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi
-
Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka