- Menteri Haji dan Umrah mengusulkan kenaikan BPIH 2027 sebesar Rp107,34 juta per jemaah kepada Komisi VIII DPR RI.
- Kenaikan biaya dipicu oleh faktor nilai tukar dolar, harga avtur pesawat, serta peningkatan kualitas layanan di Arab Saudi.
- Pemerintah berkomitmen menjaga biaya agar tidak memberatkan jemaah meskipun terdapat berbagai tantangan ekonomi global yang signifikan.
Suara.com - Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
Gus Irfan menegaskan, bahwa usulan tersebut kini tengah dalam proses pembahasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Sebelumnya pihaknya mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi naik.
Dalam usulan tersebut, total biaya haji diproyeksikan mencapai Rp107.340.172,02 per jemaah, atau mengalami kenaikan sebesar Rp19,93 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Gus Irfan menyoroti respons Presiden Prabowo Subianto terkait skema biaya haji mendatang.
Meski situasi ekonomi global sedang penuh tantangan, Presiden memberikan arahan tegas agar kepentingan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
"Kami sudah sampaikan ke beliau tapi beliau hanya mengangguk saja belum memberikan respons tapi tetap beliau memberikan arahan kepada kita apapun yang terjadi usahakan tidak membebani jemaah," ujar Gus Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
"Walaupun situasi tekanan global luar biasa baik dollar atau harga minyak yang berdampak langsung dengan penerbangan kita berupaya keras bahwa yang dibayaraka jemaah kita nanti tidak membebankan mereka," katanya menambahkan.
Komitmen dari pemerintah kata Gus Irfan, adalah menjaga agar biaya yang dibayarkan masyarakat tetap terjangkau.
Baca Juga: JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan
Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah.
"Karena itu kita walaupun situasi tekanan global luar biasa, baik dari nilai dolar maupun harga minyak—yang terkait langsung dengan penerbangan—kita tetap berupaya keras bahwa yang dibayarkan oleh jemaah kita nanti tidak akan memberatkan mereka," imbuhnya.
Terkait detail rincian biaya dan apakah ada komponen yang masih bisa dipangkas, Gus Irfan menjelaskan bahwa hal tersebut akan dikupas secara mendalam oleh Panitia Kerja (Panja) DPR di Komisi VIII.
Pemerintah telah menyerahkan draf usulan untuk ditinjau secara saksama di setiap pos anggarannya.
"Nanti akan dibicarakan oleh panja DPR. Nanti dibahas satu per satu poin per poin. Pos per pos untuk bisa dipastikan angka itu memang angka yang layak atau memang perlu dikurangi atau bahkan ditambah. Nanti akan dibicarakan oleh tim panja dpr," jelasnya.
Gus Irfan juga mengonfirmasi bahwa usulan BPIH yang disampaikan telah mencakup penyesuaian biaya untuk layanan Masyair di Arab Saudi.
Berita Terkait
-
Analis Sebut Prabowo Alami Miopi Politik: Hanya Tahu yang Baik-baik Saja
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji
-
JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo